Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah hiruk-pikuk lineup anime musim panas 2026 yang dipenuhi sekuel besar,
sebuah cerita historical yang tenang namun kuat diam-diam siap mencuri perhatian. Hanya dua minggu lagi,
Crunchyroll akan merilis Jaadugar: A Witch in Mongolia, adaptasi manga A Witch's Life in Mongol karya Tomato Soup yang diproduksi oleh studio Science Saru.
Dengan latar abad ke-13 di era Mongol, anime ini berpotensi menjadi sleeper hit berikutnya berkat perpaduan sejarah autentik, karakter kompleks, dan visual memukau.
Apa Itu Jaadugar: A Witch in Mongolia?
Jaadugar: A Witch in Mongolia (judul Jepang: Tenmaku no Jaadugar) mengadaptasi manga yang mulai serial di situs Souffle milik Akita Shoten sejak 2021.
Cerita ini menggabungkan riset sejarah mendalam dengan elemen fiksi yang memikat,
mengikuti perjalanan seorang gadis muda di tengah kekacauan penaklukan Mongol. Yen Press menerbitkan versi Inggris dengan judul A Witch's Life in Mongol.
Anime ini tayang perdana pada 4 Juli 2026 di blok IMAnimation TV Asahi dan BS Asahi, serta secara simultan di Crunchyroll untuk penonton global.
Opening theme "Stella" dibawakan oleh Sekai no Owari.
Sinopsis yang Menggugah
Cerita berawal di kota Tus, Persia, pada masa Kejayaan Islam. Sitara, seorang yatim piatu yang dijual sebagai budak, masuk ke keluarga sarjana.
Ia tumbuh dengan pengetahuan luas tentang matematika, astronomi, dan berbagai ilmu pengetahuan.
Ketika pasukan Mongol di bawah Genghis Khan menyerbu, Sitara harus melindungi perpustakaan keluarga yang berharga.
Ia kemudian ditawan oleh Tolui, salah satu putra Khan, dan dibawa ke istana Mongol.
Di sana, "penyihir" (Jaadugar) bukanlah gelar terhormat, melainkan sebutan merendahkan bagi perempuan berpendidikan dan vokal seperti Sitara.
Dengan kecerdasan dan kelicikan diam-diam, ia menavigasi intrik politik, tradisi patriarkal, dan bahaya di istana kekaisaran.
Kisah ini digambarkan sebagai “dongeng seorang penyihir yang mengganggu benua luas”.
Baca Juga: Bikin Antusias Penggemar, Anime Spy x Family Rilis PV Terbaru dan Perkenalkan Seiyu Utama
Tim Kreatif Kelas Atas
Produksi dipercayakan kepada Science Saru, studio di balik Dandadan, Devilman Crybaby, dan adaptasi Ghost in the Shell mendatang.
Sutradara eksekutif Naoko Yamada (dikenal dari A Silent Voice dan The Colors Within) memastikan penanganan sensitif terhadap aspek sejarah dan budaya.
Sutradara Abel Gongora dan desain karakter oleh Kenichi Yoshida (yang pernah terlibat di Princess Mononoke) menjanjikan visual yang indah dan khas.
Gaya seni manga yang manis dan kartun kontras dengan latar sejarah yang keras, menciptakan daya tarik unik yang langsung menarik pembaca.
Mengapa Ini Berpotensi Sleeper Hit?
Historical anime seperti Vinland Saga atau The Rose of Versailles sering kali sukses karena menggabungkan fakta sejarah dengan narasi dramatis.
Jaadugar menawarkan hal serupa: protagonis perempuan yang penuh agensi, intrik politik,
serta tema ketahanan dan pemberontakan diam-diam terhadap penindasan sistemik.
Science Saru terbukti mahir menghadirkan estetika berbeda, dan trailer serta visual yang dirilis menunjukkan kualitas animasi tinggi.
Baca Juga: Meccha Chameleon, Cerita Game Indie Jepang yang Bikin Heboh Steam dan Hasilkan $10 Juta
Dengan timing rilis di musim panas ketika banyak penonton mencari cerita baru, anime ini berpeluang besar naik daun secara organik di Crunchyroll,
mirip sleeper hit sebelumnya di platform tersebut.
Bagi penggemar yang jarang menonton historical anime, ini bisa menjadi pintu masuk sempurna.
Sitara bukan pahlawan super, melainkan gadis biasa yang menggunakan otak dan hati untuk bertahan serta membalas ketidakadilan.
Jadwal Tayang Anime
Premiere: 4 Juli 2026, - Studio: Science Saru, Genre: Historical, Drama, Adventure.
Anime ini juga terpilih untuk kompetisi resmi di Annecy International Animation Film Festival 2026, menandakan kualitas sinematik yang diakui secara internasional.
Dampak dan Harapan
Kehadiran Jaadugar memperkaya lineup Crunchyroll musim panas 2026 yang sarat aksi dan fantasi.
Bagi penonton, ini kesempatan menikmati cerita yang kaya budaya Mongol dan Persia, dengan perspektif perempuan yang kuat di era feodal.
Dengan tim kreatif papan atas dan narasi yang mendalam, anime ini siap tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik serta menginspirasi.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan bagaimana seorang “penyihir” muda mengguncang kekaisaran Mongol.
Mulai 4 Juli, Jaadugar: A Witch in Mongolia hadir di Crunchyroll siap menjadi hidden gem yang akan dibicarakan sepanjang musim. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun