Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baru Bangun Agensi Sendiri, Mark Eks NCT Langsung Hadapi Kontroversi Busana

Tim Magang Radar Madiun • Senin, 29 Juni 2026 | 15:40 WIB
Mark Lee, CEO Upper Room & artis independen (Pinterest)
Mark Lee, CEO Upper Room & artis independen (Pinterest)

 

Mark Eks NCT Terseret Kontroversi Kaus Bergambar Bendera Konfederasi, Agensi Sampaikan Permintaan Maaf

Jawa Pos Radar Madiun - Belum lama memulai babak baru sebagai artis independen, Mark eks NCT justru menghadapi ujian tak terduga. 

Foto dirinya mengenakan kaus bergambar Confederate Flag atau bendera Konfederasi Amerika Serikat memicu kontroversi di media sosial.

Menyusul kritik yang bermunculan, agensinya, Upper Room, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

Foto Kaus Bergambar Confederate Flag Tuai Kritik

Surat permintaan maaf resmi agensi Upper Room (Kiri) & Mark Lee saat sedang mengenakan kaus bergambar Confederate Flag (Kanan)
Surat permintaan maaf resmi agensi Upper Room (Kiri) & Mark Lee saat sedang mengenakan kaus bergambar Confederate Flag (Kanan)

 

Kontroversi bermula setelah foto Mark yang mengenakan kaus bergambar Confederate Flag beredar luas di internet.

Simbol tersebut identik dengan Confederate States of America, pihak yang mempertahankan perbudakan pada masa Perang Saudara Amerika Serikat.

Di berbagai negara, khususnya Amerika Serikat, bendera tersebut kini banyak dipandang sebagai simbol rasisme dan supremasi kulit putih sehingga penggunaannya sangat sensitif.

Agensi Akui Kurang Cermat dalam Pemilihan Busana

Melalui akun media sosial resminya, Upper Room menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kontroversi tersebut.

"We sincerely apologize for causing concern, discomfort, and disappointment due to the vintage T-shirt shared in recent photos." Tulis agensi dalam surat permohonan maaf resmi.

Agensi menjelaskan bahwa kaus tersebut dipilih semata-mata sebagai bagian dari konsep busana bergaya vintage.

Namun, setelah menyadari makna historis dan sensitivitas simbol yang terdapat pada kaus tersebut, mereka telah berupaya menyunting konten resmi agar simbol tersebut tidak terlihat.

Meski demikian, foto lain yang menampilkan simbol tersebut tetap tersebar ke publik dan memicu kontroversi.

Baca Juga: Review Film Colony (2026): Saat Zombie Tak Lagi Hanya Mengejar, Tapi Juga Belajar

Tegaskan Menolak Segala Bentuk Diskriminasi

Upper Room juga mengakui bahwa terlepas dari niat awal, mereka seharusnya lebih berhati-hati dalam proses pemilihan pakaian.

"Regardless of intent, this matter should have been handled with greater caution and care. We take full responsibility for this incident."

Agensi turut menegaskan sikap mereka terhadap isu diskriminasi.

"Upper Room and the artist firmly oppose and will not tolerate any form of racism, hatred, discrimination, or bigotry."

Selain meminta maaf kepada pihak yang merasa tersinggung, Upper Room berjanji akan memperketat proses peninjauan busana dan persetujuan konten agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Terjadi Tak Lama Setelah Mark Tinggalkan NCT

Kontroversi ini menjadi sorotan karena muncul hanya beberapa bulan setelah Mark mengakhiri kontraknya dengan SM Entertainment pada April lalu dan meninggalkan NCT.

Usai keluar dari grup, ia mendirikan agensi independennya sendiri bernama Upper Room, yang menggambarkan sebuah ruang tempat orang-orang dengan visi serupa berkumpul, berbagi ide, dan menciptakan kemungkinan baru.

Saat mengumumkan keputusannya, Mark juga menyampaikan surat tulisan tangan kepada para penggemar.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh anggota NCT yang telah mendukung keputusannya.

"I had many conversations with each member, and every single one of them, to the point of tears, said they would support me." Tulis idol kelahiran 1999 itu di akun Instagram pribadi miliknya.

Kepada para penggemar, Mark juga menyampaikan harapannya agar dapat kembali dengan versi dirinya yang lebih baik.

"When I greet you again with a new appearance, I will do my best to become the Mark you can be proud of."

Kini, setelah memulai karier sebagai artis independen sekaligus CEO Upper Room, Mark menghadapi tantangan pertamanya dalam bentuk kontroversi yang memicu perhatian publik.

 

 

Haninda Navyra Putri - Universitas Brawijaya 

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#kpop #kpopers #radar madiun #jawa pos radar madiun