Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Coraline (2009), Film Animasi Horor yang Buktikan Dunia Sempurna Tak Selalu Nyata

Tim Magang Radar Madiun • Kamis, 2 Juli 2026 | 08:32 WIB
Source : Instagram @forgivemehistory
Source : Instagram @forgivemehistory

Jawa Pos Radar Madiun - Pindah ke lingkungan baru bukanlah pengalaman yang mudah, terutama bagi seorang anak yang sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan besar dalam hidupnya.

Perasaan kesepian, sulit beradaptasi, hingga kerinduan pada kehidupan lama menjadi awal perjalanan Coraline (2009), film animasi stop-motion yang memadukan fantasi, misteri, dan horor.

Di balik kisah seorang gadis kecil yang menemukan pintu rahasia, Coraline menyimpan pesan tentang keluarga, rasa syukur, dan bahaya ketika seseorang terlalu tergoda oleh kehidupan yang tampak sempurna.

Baca Juga: Sering Sakit Punggung Saat Bersepeda? Coba Sepeda Polygon Urban, Hybrid, atau Tandem

Kehidupan Baru di Pink Palace

Cerita mengikuti Coraline Jones yang baru pindah dari Michigan ke sebuah kota kecil di Oregon bersama kedua orang tuanya, Charlie dan Mel.

Mereka tinggal di Pink Palace, sebuah rumah bergaya Victoria yang telah diubah menjadi beberapa unit apartemen.

Meski bangunannya unik, Coraline merasa kesepian karena kedua orang tuanya terlalu sibuk bekerja dan jarang memperhatikannya.

Di tempat barunya, Coraline berkenalan dengan Wybie, cucu pemilik Pink Palace.

Ia juga bertemu para penghuni lain yang tak kalah eksentrik, seperti Ms. Spink dan Ms. Forcible, dua mantan aktris yang kini hidup bersama puluhan anjing peliharaan, serta Mr. Bobinsky, pria asal Rusia yang melatih tikus-tikus sirkus di loteng.

Boneka Misterius dan Pintu Rahasia

Suatu hari, Wybie memberikan Coraline sebuah boneka yang memiliki wajah sangat mirip dengannya.

Boneka tersebut ternyata pernah dimiliki oleh saudari nenek Wybie yang menghilang secara misterius bertahun-tahun sebelumnya.

Saat hujan turun dan tidak bisa bermain di luar, Coraline mulai menjelajahi rumah barunya.

Ia menemukan sebuah pintu kecil yang menurut ibunya hanya mengarah ke tembok bata karena bangunan tersebut telah direnovasi.

Namun, semuanya berubah ketika malam tiba.

Coraline mengikuti jejak tikus-tikus yang menghilang ke balik pintu tersebut.

Saat dibuka, pintu yang sebelumnya tertutup bata kini berubah menjadi lorong panjang yang menghubungkan dirinya dengan dunia lain.

Dunia yang Tampak Sempurna

Di balik pintu rahasia, Coraline menemukan versi lain dari rumahnya.

Di sana, ia bertemu dengan "Orang Tua Lain", sosok yang sangat mirip dengan ayah dan ibunya, tetapi memiliki mata berbentuk kancing hitam.

Berbeda dengan orang tua aslinya yang sibuk bekerja, pasangan tersebut selalu menyediakan makanan lezat, perhatian penuh, serta berbagai hal yang membuat Coraline merasa sangat bahagia.

Awalnya, dunia tersebut tampak seperti tempat impian.

Namun, semakin lama Coraline berada di sana, ia mulai menyadari bahwa semua kebaikan itu memiliki tujuan tersembunyi.

Dunia yang terlihat sempurna perlahan berubah menjadi tempat yang dipenuhi teror dan ancaman yang menguji keberanian Coraline.

Baca Juga: Tips Khatam Al-Qur’an Selama Ramadhan, Solusi Mudah untuk yang Masih Belum Lancar Membaca

Keistimewaan Animasi Stop-Motion Laika

Coraline merupakan film produksi Laika, studio animasi yang dikenal melalui teknik stop-motion.

Metode tersebut dilakukan dengan memotret ribuan gerakan objek secara bertahap sebelum disusun menjadi rangkaian gambar bergerak.

Proses produksi yang rumit membuat pengerjaan film ini memakan waktu lama, tetapi menghasilkan tampilan visual yang unik dan penuh detail.

Gaya animasi inilah yang menjadi salah satu ciri khas Laika sekaligus membuat Coraline tetap dikenang sebagai salah satu film stop-motion terbaik.

Raih Pujian dari Kritikus

Selain mendapat sambutan hangat dari penonton, Coraline juga menerima berbagai nominasi bergengsi, termasuk di Academy Awards (Oscar).

Film ini memenangkan penghargaan Top Box Office Film pada ASCAP Awards 2010.

Dari sisi penilaian, Coraline memperoleh skor 7,8/10 di IMDb dan 91% Tomatometer di Rotten Tomatoes, menegaskan statusnya sebagai salah satu film animasi horor terbaik.

Meski berstatus film animasi dengan klasifikasi Parental Guidance (PG), suasana gelap dan sejumlah adegan menegangkan membuat Coraline lebih cocok ditonton bersama pendamping bagi anak-anak yang masih kecil.

Sebaliknya, bagi pencinta horor fantasi, film ini menjadi salah satu karya yang wajib masuk daftar tontonan.

Auliya Nur Aisyah - Politeknik Negeri Madiun 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Coraline #Sinopsis Coraline #Film Animasi Horor #Film Stop Motion #Laika Studios