Cube Entertainment Peringatkan Modus Penipuan yang Catut Nama Artis, Siap Tempuh Jalur Hukum
Jawa Pos Radar Madiun - Cube Entertainment mengeluarkan peringatan resmi setelah menemukan adanya dugaan penyalahgunaan nama perusahaan dan para artisnya dalam skema penipuan investasi di China.
Agensi menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan meminta masyarakat maupun calon investor untuk lebih berhati-hati.
Peringatan tersebut disampaikan pada 3 Juli, menyusul laporan mengenai sejumlah pihak yang diduga mengatasnamakan Cube Entertainment untuk menawarkan proyek pertunjukan artis di China.
Cube Bantah Klaim Persetujuan Konser di China
Dalam pernyataan resminya, Cube Entertainment mengungkapkan bahwa mereka menerima laporan mengenai beberapa perusahaan yang mengklaim telah memperoleh persetujuan resmi untuk menggelar konser artis Cube di China.
Klaim tersebut kemudian digunakan untuk menarik investasi dalam jumlah besar dari sejumlah perusahaan di China.
Namun, Cube menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar.
"We are receiving reports that certain businesses have recently been spreading false information pretending that they have obtained our approval to set up performances by our artists in China, and they are using these false claims to solicit large investments from Chinese companies." Tulis agensi.
Agensi juga mengimbau seluruh pihak agar lebih waspada sehingga tidak menjadi korban dari praktik tersebut.
Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama Seperti yang Diklaim
Cube Entertainment kembali menekankan bahwa tidak ada proyek ataupun kerja sama resmi sebagaimana yang diklaim oleh pihak-pihak tersebut.
"We are letting you know that no such arrangements exist, and we urge you to take extra caution in order to avoid suffering damages because of these [schemes]."
Karena itu, perusahaan meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang mengatasnamakan Cube Entertainment sebelum mengambil keputusan bisnis maupun investasi.
Cube Siap Tempuh Jalur Hukum
Cube Entertainment memastikan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak perusahaan maupun para artisnya dari penyebaran informasi palsu.
Agensi juga menegaskan tidak akan mentoleransi penggunaan nama perusahaan ataupun artis Cube tanpa izin.
Dalam pernyataannya, Cube menyebut "Cube Entertainment plans to continue taking all necessary measures to protect the rights and interests of our company and its artists, as well as to prevent harm caused by the spread of false information or acts of impersonation."
Tak hanya itu, perusahaan memastikan akan mengambil tindakan hukum secara tegas apabila menemukan pelanggaran.
"Furthermore, if we catch any unauthorized use of our company name or our artists to spread false information, solicit investments, or sign contracts, we will respond with strong legal action, including filing both criminal complaints and civil lawsuits."
Baca Juga: G-Dragon Resmi Ditunjuk Jadi Duta UNESCO, Bakal Bawa Pesan Perdamaian ke Dunia
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan calon investor untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja sama yang mengatasnamakan perusahaan hiburan maupun artis K-Pop.
Cube Entertainment menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai aktivitas artis dan kerja sama resmi hanya akan diumumkan melalui kanal resmi perusahaan.
Agensi juga berkomitmen untuk terus memantau berbagai bentuk penyalahgunaan nama perusahaan demi mencegah kerugian yang lebih luas.
Haninda Navyra Putri - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun