Fans NCT Kirim Truk Protes ke SM Entertainment, Polemik Penyebutan Mantan Member Berlanjut
Jawa Pos Radar Madiun - Kontroversi yang bermula dari sebuah siaran langsung NCT DREAM kini berkembang menjadi aksi protes di dunia nyata.
Sejumlah penggemar mengirimkan truk protes ke depan kantor SM Entertainment sebagai bentuk kekecewaan setelah salah satu anggota kembali menyinggung mantan member grup.
Aksi tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Sebagian mendukung isi protes yang disampaikan, sementara yang lain menilai tindakan tersebut berlebihan dan justru dapat memperburuk hubungan antara artis dan penggemarnya.
Bermula dari Pernyataan Jisung Saat Siaran Langsung
Kontroversi bermula ketika Jisung menyebut dalam siaran langsung bahwa enam anggota NCT DREAM pergi berlibur ke Yangpyeong bersama Mark, yang disebut telah meninggalkan grup pada April lalu.
Pernyataan tersebut memunculkan kritik dari sebagian penggemar di media sosial.
Tak lama kemudian, Jisung menyampaikan permintaan maaf melalui Bubble atas ucapannya.
Truk Protes Muncul di Depan SM Entertainment
Beberapa hari setelah insiden tersebut, truk protes terlihat berada di depan kantor SM Entertainment.
Pesan yang ditampilkan berisi kritik terhadap penyebutan mantan anggota grup dan menuntut agar para member tidak lagi membahas eks anggota kepada penggemar.
Beberapa isi pesan pada truk protes antara lain:
“We just let it go for six days with your farewell concert, where you cried amongst yourselves while fans were unaware. How far will this ‘friendship game’ with the ex-member go? Stop deceiving fans.”
“It’s not a graduation concert, it’s a deception concert. It’s not a graduating member, it’s a departing member.”
“The group name isn’t 7DREAM, it’s NCT DREAM. Snap out of it.”
“If you don’t have the will to do NCT DREAM properly, say so now, so we can stop stanning.”
“7DREAM OUT.”
Penyelenggara aksi protes juga menyampaikan alasan di balik pengiriman truk tersebut.
“It is basic common sense as an idol not to mention ex-members to group fans.”
Penggemar Terbelah
Kemunculan truk protes memunculkan beragam respons di komunitas penggemar dan forum daring.
Sebagian netizen menilai penyebutan mantan anggota memang sebaiknya dihindari demi menghormati penggemar yang masih mengikuti aktivitas grup saat ini.
Namun, tidak sedikit pula yang menganggap hubungan pribadi antaranggota bukan sesuatu yang bisa diatur oleh penggemar.
Mereka menilai aksi pengiriman truk justru terlalu berlebihan.
Beberapa komentar yang beredar antara lain:
"But why are they mentioning an ex-member to fans? I don’t get it, don’t they usually stay quiet about these things?"
"They are spitting facts."
"It’s difficult to control personal relationships, it’s not like he committed a crime…if you don’t like it, then I guess unstan."
"People actually spend money on these trucks…just unstan."
"I wonder if idols end up hating fans or actually reflect on their actions when fans send those trucks."
Baca Juga: Kuasa Hukum Danielle Bantah Tuduhan ADOR soal Kontrak Ganda, Sebut Fakta Dipelintir
Polemik Masih Berlanjut
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari SM Entertainment mengenai aksi truk protes tersebut.
Perdebatan di kalangan penggemar pun masih terus berlangsung.
Sebagian menilai kritik terhadap idol merupakan hak penggemar, sementara yang lain berharap hubungan pertemanan antaranggota tetap dihormati meski terjadi perubahan dalam formasi grup.
Haninda Navyra Putri - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun