Jawa Pos Radar Madiun - Bagaimana jika sebuah perjalanan untuk menenangkan diri justru membawa seseorang melintasi waktu hingga ratusan tahun ke masa lalu? Itulah awal kisah drama berjudul Scarlet Heart Thailand, drama fantasi romantis yang mengadaptasi cerita populer Scarlet Heart.
Kali ini, kisah tersebut hadir dengan latar budaya Thailand Utara dan intrik perebutan kekuasaan di Kerajaan Lanna.
Serial produksi GMMTV ini menjadi salah satu proyek terbesar yang paling dinantikan penggemar drama Thailand. Dimainkan oleh Tontawan Tantivejakul (Tu) dan Metawin Opas-iamkajorn (Win),
Scarlet Heart Thailand menggabungkan romansa, fantasi, sejarah dan politisi kerajaan dalam satu cerita yang emosional.
Sinopsis Scarlet Heart Thailand
Kisah ini akan berpusat pada Fongnuan (Tu Tontawan), seorang perempuan muda dari abad ke-21 yang merasa hidupnya sedang dipenuhi kesialan. Untuk mejauh dari berbagai masalah, ia memutuskan untuk pergi ke Chiang Mai.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi pengalaman yang tidak masuk akal.
Secara misterius, Fongnuan terlempar sekitar 300 tahun ke masa lalu dan terbangun di dalan tubuh seorang perempuan bangsawan muda bernama Boon, yang berasal dari Kerajaan Lanna.
Di kehidupan barunya, ia harus beradaptasi dengan adat istiadat kerajaan, intrik politik, serta persaingan para pangeran yang memperebutkan takhta.
Dalam situasi yang penuh bahaya tersebut, Fongnuan perlahan menjalin hubungan dengan beberapa pangeran, terutama Pangeran Mueang Fah (Win Metawin), sehingga kisah cintanya menjadi semakin rumit di tengah konflik kekuasaan.
Baca Juga: Promosi Unik Yeonjun TXT Berhasil Viral, Challenge 'Ice Cream' Meledak Jelang Comeback
Fakta Menarik Scarlet Heart Thailand
Adaptasi dari Novel Fenomenal
Scarlet Heart Thailand diadaptasi dari novel populer Tiongkok Startling by Each Step karya Tong Hua. Novel tersebut sebelumnya telah sukses diadaptasi menjadi drama populer di China pada 2011 dan Korea Selatan melalui Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo pada 2016.
Versi Thailand menjadi adaptasi resmi terbaru dengan latar budaya yang berbeda.
Mengusung Latar Kerajaan Lanna
Seperti versi China yang mengambil latar Dinasti Qing atau Korea yang mengambil latar pada saat Kerajaan Goryeo, adaptasi dari Thailand juga mengambil latar waktu Kerajaan Lanna, sehingga menghadirkan nuansa sejarah, budaya, dan kostum khas Thailand Utara.
Dibintangi Aktor-aktor Populer GMMTV
Drama ini mempertemukan banyak aktris dan aktor ternama GMMTV dalam satu proyek besar.
Selain Tu dan Win, drama ini juga menghadirkan Nanon, Tay, Fourth, Force, Perth, dan Phuwin, sehingga menjadi salah satu produksi dengan jajaran pemeran paling mencuri perhatian.
Menggabungkan Fantasi, Romansa, dan Politik
Scarlet Heart Thailand tidak hanya menghadirkan kisah cinta lintas waktu. Drama ini juga dipenuhi intrik perebutan kekuasaan, konflik keluarga kerajaan, hingga dilema yang harus dihadapi tokoh utama karena mengetahui sejarah yang akan terjadi.
Daftar Pemeran Utama
Drama ini menghadirkan deretan bintang populer Thailand, antara lain:
- Tu Tontawan Tantivejakul (Fongnuan atau Boon)
- Win Metawin Opas-iamkajorn (Prince Mueang Fah)
- Nanon Korapat Kirdpan (Prince Saen Thep)
- Tay Tawan Vihokratana (Prince Intharach)
Infromasi Penting
- Judul : Scarlet Heart Thailand
- Sutradara : Kanittha Kwanyu
- Produksi : GMMTV dan Nar-ra-tor
- Genre : Historical Fantasy, Romansa, Melodrama
- Jumlah episode : 16
- Tayang di : GMM 25
Mengapa Scarlet Heart Thailand Layak Ditunggu?
Kesuksesan versi China dan Korea membuat ekspektasi terhadap Scarlet Heart Thailand sangat tinggi.
Namun, serial ini tidak sekadar menyalin cerita lama. Perubahan latar ke Kerajaan Lanna memberikan identitas baru yang memperkaya kisah dengan unsur sejarah dan budaya Thailand.
Selain didukung jajaran pemain populer, drama ini juga menjanjikan perpaduan romansa yang emosional, konflik politik yang menegangkan, dan elemen fantasi yang menjadi ciri khas Scarlet Heart.
Bagi penggemar kisah cinta lintas waktu maupun drama kerajaan, Scarlet Heart Thailand menjadi salah satu serial Thailand yang paling layak dinantikan.
Sabrina Ika Ayu Wardhani - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun