Diablo 4 Banjir Mythic Uniques Lewat Update Season 14, Namun Keluhan Pemain Belum Berakhir
Jawa Pos Radar Madiun - Blizzard kembali mencoba memperbaiki pengalaman bermain Diablo 4 lewat pembaruan pertama untuk Season 14 yang dijadwalkan meluncur pada 14 Juli.
Update ini membawa perubahan besar pada sistem perolehan Mythic Uniques, membuat item langka tersebut jauh lebih mudah didapat dibanding sebelumnya.
Meski begitu, komunitas menilai perubahan tersebut belum menyentuh akar persoalan yang sejak awal menuai kritik.
Season 14 sendiri dirilis pada 30 Juni dengan membawa sistem baru bertajuk "Mythic Uniques 3.0".
Melalui sistem ini, seluruh item Unique di dalam game berpeluang ditingkatkan menjadi Mythic Unique menggunakan Horadric Cube.
Namun, implementasinya justru memunculkan berbagai keluhan dari pemain.
Blizzard Tingkatkan Peluang Mendapat Mythic Unique
Fokus utama patch 3.1.1 adalah meningkatkan jumlah Pandemonium Fragments, mata uang yang digunakan untuk mengubah Unique menjadi Mythic melalui Horadric Cube.
Beberapa perubahan penting meliputi:
- Pandemonium Fragment kini dijamin diperoleh dari hadiah reputasi berulang Glints of Hope.
- Corrupted Reaper di tingkat Torment tinggi kini menjatuhkan hingga dua Pandemonium Fragments, meningkat dari sebelumnya satu.
- Biaya resep Upgrade to Mythic di Horadric Cube diturunkan dari 5 menjadi 4 Pandemonium Fragments.
- Deathtoll Chambers kini selalu memberikan setidaknya satu Superior Lair Key pada tingkat Torment tinggi.
Dengan perubahan tersebut, pemain akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencoba memperoleh Mythic Unique melalui sistem crafting yang tersedia.
Masalah Utama Dinilai Masih Belum Terselesaikan
Meski peluang memperoleh Mythic meningkat, banyak pemain menganggap pembaruan ini belum menjawab persoalan terbesar Season 14.
Saat ini, pemain tetap hanya diperbolehkan menggunakan satu Mythic hasil crafting dalam satu build.
Akibatnya, begitu berhasil mendapatkan Mythic yang sesuai, proses berburu item praktis berakhir karena Mythic lain tidak lagi dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, sistem loot dinilai masih terlalu bergantung pada keberuntungan.
Dengan jumlah Mythic yang kini jauh lebih banyak, peluang memperoleh item yang benar-benar cocok untuk build tertentu justru terasa semakin kecil.
Item-item populer seperti Harlequin Crest, Heir of Perdition, dan The Grandfather juga disebut semakin sulit diperoleh sebagai drop alami.
Bahkan ketika berhasil didapatkan, sebagian pemain menilai atribut acaknya membuat item tersebut tidak selalu lebih baik dibanding sebelumnya.
Salah satu kreator konten Diablo, Rhykker, bahkan mengkritik perubahan tersebut.
"Work harder to get something crappier than we used to have"
Blizzard Perbaiki Berbagai Bug dan Keseimbangan Gameplay
Selain perubahan pada sistem Mythic, patch 3.1.1 juga menghadirkan banyak perbaikan bug dan penyesuaian keseimbangan untuk berbagai class serta aktivitas di dalam game.
Beberapa di antaranya meliputi:
Season of Death Awakening
- Perbaikan progres misi Terrorize The Night.
- Nemesis Lair kini tidak lagi gagal muncul.
- Tower rewards kini diberikan dengan benar kepada seluruh anggota party.
- Whisper Cache di Torment kembali menjatuhkan Forgotten Souls.
Expansion
Blizzard juga memperbaiki sejumlah bug pada class Paladin, Spiritborn, dan Warlock, termasuk perbaikan tooltip, efek visual, hingga bonus set yang sebelumnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Base Game
Untuk versi dasar game, sejumlah bug pada Barbarian, Druid, dan Rogue turut diperbaiki.
Blizzard juga meningkatkan peluang Mythic alami muncul sebagai Iconic Mythic, serta melakukan berbagai peningkatan performa dan stabilitas permainan.
Pemain Masih Menunggu Perubahan Lebih Besar
Walaupun update ini membuat proses memperoleh Mythic jauh lebih cepat, banyak pemain berharap Blizzard melakukan penyesuaian lanjutan selama Season 14 berlangsung.
Permintaan terbesar komunitas saat ini adalah menghapus pembatasan penggunaan satu Mythic hasil crafting agar pemain memiliki lebih banyak kebebasan dalam menyusun build.
Hingga kini, Blizzard belum mengumumkan apakah perubahan tersebut akan diwujudkan dalam pembaruan berikutnya.
Haninda Navyra Putri - Universitas Brawijaya