Jawa Pos Radar Madiun - Romestead menjadi salah satu game survival co-op yang mencuri perhatian di Steam belakangan ini. Digarap studio Beartwigs dan dipublikasikan Three Friends.
Game ini mengambil latar dunia pasca-apokaliptik, di mana Kekaisaran Romawi telah runtuh total dan para warganya berubah menjadi mayat hidup yang berkeliaran.
Tugas pemain adalah membangun kembali peradaban dari sebidang tanah kosong yang tersisa dari reruntuhan tersebut.
Siklus Siang dan Malam yang Penuh Tantangan
Gameplay Romestead dibagi menjadi dua fase utama yang saling melengkapi. Di siang hari, pemain bebas menjelajahi dunia yang dihasilkan secara acak (procedural generation).
Mengumpulkan sumber daya seperti batu, bijih, dan kayu, merekrut penyintas baru, bertani, serta melakukan kerajinan untuk mengembangkan pemukiman.
Baca Juga: 5 Game Pixel Ini Wajib Ada di HP Kamu, Dijamin Bikin Lupa Waktu
Begitu malam tiba, situasi berubah drastis gerombolan "the walking dead" akan menyerang koloni, memaksa pemain menyalakan obor, membangun benteng pertahanan, dan memasang jebakan demi bertahan hidup.
Jelajahi Dungeon dan Kalahkan Bos Legendaris
Selain membangun pemukiman, pemain juga bisa menjelajahi dungeon tersembunyi untuk berburu jarahan berharga dan melawan bos-bos epik yang membuka kemampuan ekspansi wilayah baru.
Sumber daya berat dalam game ini juga digambarkan sebagai objek fisik nyata di dunia jadi kamu perlu membawanya satu per satu secara manual, atau membangun rangkaian gerobak (cart train) untuk mengangkutnya sekaligus.
Restorasi Dewa-Dewa Romawi yang Telah Terlupakan
Salah satu fitur unik Romestead adalah sistem pemujaan dewa Romawi yang telah kehilangan kekuatan sejak keruntuhan kekaisaran.
Pemain bisa memilih dewa mana yang ingin dipulihkan lewat persembahan dan pengorbanan, dengan masing-masing dewa menawarkan buff serta teknologi berbeda.
Baca Juga: Game Indie Ini Viral karena Lawan AI, Meccha Chameleon Buktikan Karya Manusia Masih Tak Tergantikan
Menurut salah satu co-founder Three Friends, Albert Säfström, konsep ini terinspirasi dari perpaduan gaya visual A Link to the Past dengan sistem progresi ala Terraria kombinasi yang ia sebut layak dijuluki genre baru: "romelike".
Bisa Dimainkan Sendiri atau Bareng 8 Teman
Romestead mendukung mode single-player maupun multiplayer hingga delapan pemain sekaligus, dengan tingkat kesulitan yang otomatis menyesuaikan jumlah pemain dalam satu dunia.
Kamu bisa membuat server sendiri atau terhubung langsung secara peer-to-peer bersama teman-teman untuk membangun dan bertahan hidup bersama.
Sudah Bisa Dimainkan Sekarang di Steam Early Access
Setelah versi demo gratis sukses menjadi salah satu demo terpopuler di Steam Next Fest Februari 2026 lalu, Romestead resmi meluncur ke tahap Early Access pada 25-26 Mei 2026 dengan sambutan sangat positif dari komunitas, mengumpulkan lebih dari 300 ribu wishlist sebelum rilis.
Pengembang memperkirakan game ini akan berada di fase Early Access selama satu hingga dua tahun ke depan, dengan rencana penambahan biome baru, bos tambahan, hingga berbagai konten lain sebelum rilis versi lengkapnya.
Buat kamu penggemar game survival dan city-builder, Romestead sudah bisa langsung dicoba sekarang di Steam. (*)
*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun