Jawa Pos Radar Madiun - ILL menjadi salah satu game horor paling banyak dibicarakan belakangan ini usai trailer terbarunya tampil di ajang Sony State of Play, 2 Juni 2026 lalu.
Saking realistisnya, banyak penonton awalnya mengira cuplikan yang mereka lihat hanyalah rekaman CGI sinematik, sebelum akhirnya terkonfirmasi bahwa itu memang gameplay asli dari game tersebut.
Game ini dikembangkan oleh Team Clout dan dipublikasikan di bawah label Mundfish Powerhouse, dijadwalkan rilis pada 2027 untuk PC via Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.
Terinspirasi Film Horor Klasik dan Game-Game Legendaris
ILL merupakan game horor bertipe first-person survival horror, mengambil latar sebuah fasilitas riset besar bernama Galley House, tempat karakter utama harus menghadapi "Aberrations" monster mengerikan yang muncul akibat sumber kejahatan misterius.
Dua pendiri Team Clout, Maxim Verehin dan Oleg Vdovenko, memiliki latar belakang di bidang concept art, animasi horor, dan produksi film.
Keduanya menyebut inspirasi utama game ini datang dari efek praktis dan animatronik film horor era 1970-1990an, ditambah pengaruh dari game legendaris seperti Half-Life 2, Silent Hill, dan tentu saja Resident Evil.
Sistem Dismemberment yang Bikin Merinding
Salah satu daya tarik utama ILL adalah sistem pemotongan tubuh (dismemberment) yang sangat dinamis dan realistis.
Monster-monster dalam game ini bisa dilukai secara detail mulai dari daging yang tercabik, tulang yang terekspos, hingga tubuh yang benar-benar hancur berkeping-keping.
Menurut pengembang, tingkat detail kekerasan ini dirancang untuk memberikan kesan mendalam yang belum pernah ada sebelumnya di genre horor.
Sistem audio binaural yang digunakan juga diklaim mampu memperkuat dampak emosional setiap momen menegangkan sepanjang permainan.
Cerita yang Berkembang Seiring Waktu
Trailer terbaru ILL lebih banyak menyoroti sisi cerita dibanding trailer sebelumnya yang fokus pada combat dan desain monster.
Dikisahkan, seorang tokoh utama yang sebelumnya koma harus menyelidiki sebuah benteng riset di kawasan Eropa Timur usai malam kumpul keluarga berubah menjadi mimpi buruk begitu tamu misterius datang tanpa diundang.
Memicu serangkaian kematian aneh yang mengarah pada sesuatu yang jauh lebih besar dan tak masuk akal.
Disebut-sebut Setara Resident Evil dan Doom
Berkat kualitas visual dan intensitas horornya, ILL kini banyak disebut media gaming internasional sebagai calon pesaing serius waralaba Resident Evil, bahkan disandingkan dengan Doom dalam hal intensitas aksi horornya.
Sutradara game ILL, Max Verehin, menegaskan bahwa game ini tak sekadar menawarkan visual memukau, tapi juga mendefinisikan ulang seberapa nyata sebuah game horor bisa terasa.
CEO Mundfish, Robert Bagratuni, menambahkan misteri yang mulai terungkap lewat trailer cerita ini akan menarik pemain masuk sedalam-dalamnya ke dalam pengalaman
Sudah Dinanti Sejak 2021
Menariknya, ILL sebenarnya bukan proyek baru. Game ini pertama kali diumumkan sejak 2021 dan sudah melalui proses pengembangan bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat window rilis pasti di 2027.
Tanggal rilis resmi memang belum diumumkan, namun antusiasme publik terhadap game ini terus meningkat seiring setiap trailer baru yang dirilis.
Buat penggemar game horor sejati, ILL jelas jadi salah satu judul yang wajib masuk daftar pantauan menjelang 2027 mendatang. (*)
*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : GamingBible, OpenCritic