Stardew Valley Tapi Ketemu Serial Killer?, Bertani di Siang Hari, Buru Pembunuh Berantai di Malam Hari, Ini Konsep Unik Grave Seasons

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Grave Seasons game simulator pertanian misteri pembunuhan supranatural. (Perfect Garbage)
Grave Seasons game simulator pertanian misteri pembunuhan supranatural. (Perfect Garbage)

Jawa Pos Radar Madiun - Kalau kamu penggemar farming sim tapi bosan dengan suasana yang selalu damai dan menenangkan, Grave Seasons bisa jadi jawaban yang kamu cari.

Game garapan studio Perfect Garbage dan dipublikasikan Blumhouse Games, rumah produksi horor di balik film film seperti Get Out dan The Purge.

Game ini menghadirkan konsep unik: menggabungkan kehangatan farming sim ala Stardew Valley dengan ketegangan misteri pembunuhan berantai supernatural.

Cerita: Kabur dari Penjara, Malah Terjebak Misteri Baru

Kamu berperan sebagai seorang mantan narapidana yang berhasil melarikan diri dan memutuskan memulai hidup baru di kota kecil pegunungan bernama Ashenridge.

Kota ini awalnya terlihat damai dan menawan, sampai akhirnya serangkaian pembunuhan misterius mulai terjadi di antara warga setempat, membuat hidup barumu yang tadinya tenang terancam bahaya.

Baca Juga: Suka Stardew Valley? Wajib Coba Game Kebun Binatang Pixel Ini Juga, Bisa Bertani Sampai Merawat Hewan Eksotis

Setiap Playthrough, Pembunuhnya Bisa Berbeda

Fitur paling menarik dari Grave Seasons adalah sistem replayability-nya yang unik. Setiap kali kamu memulai permainan baru, game secara acak memilih satu sosok pembunuh supernatural dari sekumpulan kandidat yang tersedia.

Masing masing kandidat punya alur cerita, motif, gaya membunuh, dan target korban yang berbeda beda, membuat setiap playthrough terasa seperti pengalaman baru yang sama sekali berbeda.

Bertani, Romansa, dan Investigasi Jadi Satu

Selain sibuk bertani, memancing, dan menambang layaknya farming sim pada umumnya, kamu juga dituntut aktif menyelidiki warga sekitar demi mengungkap siapa dalang di balik teror tersebut.

Uniknya, kamu bisa menjalin hubungan romantis dengan salah satu dari 12 warga yang tersedia, termasuk beberapa di antaranya yang berpotensi menjadi si pembunuh itu sendiri.

Kamu juga bebas memilih apakah akan membiarkan pembunuh itu terus beraksi, atau berusaha menghentikan aksinya sebelum memakan korban lebih banyak lagi.

Baca Juga: Suka Terraria? Wajib Pantau Game Sandbox Baru dari Developer Core Keeper Ini

Dunia yang Hidup Selama 24 Jam Penuh

Berbeda dari kebanyakan farming sim yang biasanya memaksa pemain beristirahat saat malam tiba, Grave Seasons justru dirancang dengan siklus waktu 24 jam penuh tanpa jeda paksa.

NPC pun tetap beraktivitas di malam hari, entah itu minum minum sampai larut atau sekadar bersantai di dermaga saat matahari terbenam.

Developer menyebut momen momen paling mencekam justru sering terjadi di kegelapan malam, dan mereka ingin sepenuhnya memanfaatkan nuansa suram itu sebagai bagian dari pengalaman bermain.

Konten Melimpah untuk Dijelajahi

Grave Seasons menjanjikan lebih dari 600 item yang bisa dikoleksi, ditemukan, atau dibuat sendiri, lebih dari 30 warga Ashenridge yang bisa didekati, serta perubahan musim yang turut memengaruhi dinamika dunia sekitar.

Baca Juga: Buaya di Kabin sampai Lempar Penumpang: Maskapai Terburuk di Dunia Kini Bisa Kamu Kelola Bareng Teman, Cek Serunya!

Kamu bahkan bisa menerobos masuk ke rumah warga untuk mencari petunjuk, asal jangan sampai ketahuan saat beraksi.

Kapan dan di Mana Bisa Dimainkan?

Grave Seasons resmi dijadwalkan rilis pada 14 Agustus 2026 untuk PC lewat Steam, PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch.

Kabar baik buat pengguna Xbox Game Pass, game ini juga akan tersedia langsung di hari pertama rilis lewat layanan tersebut.

Sebelum rilis penuh, developer turut menyiapkan demo yang lebih dulu ditampilkan di ajang PAX East, dengan rencana merilis demo Steam menyusul dalam waktu dekat.

Buat kamu yang kangen sensasi farming sim tapi pengen sesuatu yang lebih menegangkan, Grave Seasons jelas layak masuk wishlist kamu sekarang juga. (*)

*Dwiki Dermawan, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : Perfect Garbage
game PC game indie Game Pixel Stardew Valley