Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sukoroncong, Grup Musik Keroncong dengan Kemasan Kekinian

Hengky Ristanto • Sabtu, 12 Februari 2022 | 09:06 WIB
MENIKMATI: Sukoroncong saat tampil di Padepokan Seni Kirun beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
MENIKMATI: Sukoroncong saat tampil di Padepokan Seni Kirun beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun – Lagu Wuyung milik mendiang Manthous  itu terdengar merdu di telinga. Pun, iramanya lebih rancak ketimbang versi aslinya. Itu tidak terlepas dari sejumlah instrumen seni dongkrek yang ikut mengiringi. Alat musik tersebut mampu berpadu apik dengan peranti musik keroncong seperti gitar, cuk, dan biola.


Setelah kolaborasi itu selesai, grup musik Sukoroncong ganti membawakan lagu dangdut -tanpa menghilangkan sentuhan keroncong- dengan vokalis Aldina Nur Cahyarini dan Faisal Dwi Romadhon. ‘’Setiap show kami biasa menyanyikan beragam genre lagu,’’ kata Krisna Nur Affandi, ketua Sukoroncong, Sabtu (12/1).


Grup keroncong yang ber-base camp di Jalan Suko Yono, Josenan, Taman, itu mulai kerap mengusung lagu dangdut sejak Juli 2020. Itu dilakukan lantaran Krisna dkk merasa perlu membawakan lagu-lagu yang lebih kekinian bersamaan sepinya job akibat pandemi korona.


Nama Sukoroncong mulai dikenal publik setelah Wali Kota Madiun Maidi memerintahkan setiap acara organisasi perangkat daerah (OPD) wajib mengundang grup keroncong tersebut. Belakangan mereka bereksperimen memasukkan unsur dongkrek ke lagu-lagu yang dibawakan. ‘’Ternyata Pak Bupati suka dan mengapresiasi karya kami,’’ ujar pria 26 tahun itu.


Momen istimewa dirasakan Krisna dkk saat diundang seniman H. Mohamad Syakirun alias Kirun datang ke padepokannya. Kala itu, Kirun meminta Sukoroncong mengaransemen lagu untuk event Madiun Rewind 2021. Mereka akhirnya mengolaborasikan musik keroncong, campursari, dan dongkrek.


Selama ini Sukoroncong sudah pernah membawakan hampir semua genre musik. Karena itu, grup tersebut didukung instrumen modern seperti drum, gendang, ketipung, dan keyboard. Di sisi lain, setiap kali bertemu pemain keroncong lawas, Krisna dkk sering diprotes lantaran dinilai mengubah pakem keroncong. ‘’Saya tidak berniat merusak pakem, tapi agar musik keroncong lebih familier di telinga anak muda,’’ tuturnya.


Selain tampil di hajatan dan acara instansi pemerintah, Sukoroncong kini mulai merambah kafe. Pun, Krisna tengah menyiapkan rekaman untuk kebutuhan konten di channel YouTube resmi Sukoroncong. (mg7/isd/c1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #Komunitas