WUNGU, Jawa Pos Radar Madiun – Alam Kabupaten Madiun ternyata cocok untuk budi daya lebah klanceng alias Heterotrigona itama. Itu seperti kompleks peternakan lebah Kelompok Tani Hutan (KTH) Ngudi Waluyo di Keluruhan/Kecamatan Wungu. ‘’Datang ke sini ingin merasakan madu langsung dari tempat budi dayanya,’’ kata Endah Pramesanti, salah seorang pengunjung, Kamis (3/3).
Endah biasa mengonsumsi madu klanceng dengan dilarutkan ke air putih. Dia percaya bahwa kebiasaan itu baik untuk menjaga daya tahan tubuhnya. ‘’Rasanya asam manis. Suka madu klanceng karena mengandung asam amino tinggi,’’ ungkap perempuan asal Kota Madiun itu.
Peternakan lebah klanceng di Kelurahan/Kecamatan Wungu itu merupakan yang pertama di Kabupaten Madiun. Kotak-kotak sarang tawon ditempatkan di perkebunan dekat hutan sejak Maret 2021. Semula 24 koloni, sekarang menjadi 26 koloni. ‘’Syarat wajib budi daya lebah ini, alam sekitar banyak pohon dan bunga,’’ kata Agus Priyadi, bee keepper peternakan lebah KTH Ngudi Waluyo.
Membudidayakan lebah klanceng gampang-gampang susah. Siklus hidup tawon itu bisa mencapai 100 hari. Sementara, regenarasinya cukup dua bulan. Kendati demikian, tidak sembarang alam cocok dengan tawon jenis ini. ‘’Lebah ini memerlukan asupan makanan setiap hari. Kalau tidak tercukupi, ratu jadi tidak produktif,’’ ungkap Agus.
Kebutuhan makanan saban hari menjadi tantangan tersendiri untuk beternak lebah klanceng. Hal itulah yang menjadikan faktor alam amat berpengaruh. Sebab, tidak sembarang tempat terdapat tanaman yang dapat berbunga sepanjang tahun. Mayoritas tanaman memproduksi nektar secara musiman seperti akasia mangium, kayu putih, jambu, dan jeruk. ‘’Beruntung di sekitar sini banyak bunga air mata pengantin (Antigonon leptopus, Red) yang berbunga sepanjang tahun. Jadi, kebutuhan harian lebah terpenuhi,’’ ujarnya.
Agus menambahkan, satu kotak koloni mampu menghasilkan 250-500 mililiter. Panen dua bulan sekali. Hasil budi daya lebah klanceng itu kini lumayan diminati masyarakat. ‘’Saat ini baru teman-teman yang ambil secara booking atau pesan dulu. Jadi, setiap panen langsung habis,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)
Editor : Hengky Ristanto