Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Igo Telateni Bisnis Sepatu Bekas Berkelas

Hengky Ristanto • Kamis, 3 Maret 2022 | 22:58 WIB
THRIFTING: Satrio Pringgodani jitu menangkap peluang bisnis sepatu bekas berkelas. (IGO FOR JAWA POS RADAR PONOROGO)
THRIFTING: Satrio Pringgodani jitu menangkap peluang bisnis sepatu bekas berkelas. (IGO FOR JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tren thrifting naik drastis seiring pandemi Covid-19. Boleh dibilang penggemarnya naik hingga 300 persen. Igo, sapaan Satrio Pringgodani, tak sengaja kecemplung di dunia thrifting itu sejak tahun kemarin. ‘’Saya menjual lima sepatu di WhatsApp untuk menebus Nike Air Jordan 1 Chicago Retro 2015 seken seharga Rp 48 juta,’’ tutur owner Radjaess Sepatu Second tersebut.


Sekarang, sepatu branded itu jika dijual kembali harganya bisa mencapai Rp 80 juta. Jika produksinya di era 80-an, harganya bisa tembus Rp 100 juta. Memang sepatu bekas ini memiliki nilai tersendiri. Bagi penggemarnya, sepatu bekas original itu ada nilai investasinya. ‘’Bisa hemat 65 persen biaya jika membeli sepatu baru original,’’ ungkapnya.


Meski belum lama menggeluti dunia thrifting, Igo mampu menciptakan pasar yang cukup besar di Madiun Raya. Sebab, di Jawa Timur sendiri penjual sepatu bekas skala besar hanya ada empat orang. Salah satunya Igo yang kini mengoleksi tak kurang dari 310 sepatu dari berbagai brand dunia tersebut. ‘’95 persen sepatu bekas dari Jepang, Korea, Eropa, dan Amerika,’’ sebutnya.


Penjualan termahalnya seharga Rp 8,9 juta ke Jakarta, yakni Nike Air Jordan 1 Levis. Anak kelas satu SMP di Ponorogo juga pernah membeli Nike Air Jordan 1 Chicago darinya seharga Rp 4,8 juta. ‘’Anak muda di Ponorogo sudah mulai tertarik mengoleksi sepatu bekas original,’’ ujarnya.


Membeli sepatu bekas yang berkelas bukan perkara gengsi. Ini lebih soal kenyamanan saat dipakai. Igo kerap mengedukasi orang tua yang ingin membelikan sepatu untuk anaknya agar tak malu membeli bekas. Daripada membelikan sepatu baru original dengan harga yang lebih tinggi untuk sekolah, lebih baik membeli bekas yang original. ‘’Saya terus mengampanyekan sepatu bekas layak untuk semua kalangan,’’ pungkasnya. (fac/fin/c1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Hobby #ponorogo