KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Berbekal koran dan peta masa kolonial Belanda, Andrik Suprianto mengungkap sejarah di balik penamaan puluhan jalan dan gang di kota ini. Fakta menarik itu terangkum dalam buku karyanya berjudul Nama-Nama Jalan di Kota Madiun (Masa Kolonial 1918-1942).
-----------------------------------------
BEGITU sampai di perpustakaan, Andrik Suprianto langsung memilih tempat duduk. Kemudian, kedua tangannya perlahan menyingkap lembaran demi lembaran buku karyanya. Buku tersebut menguak sisi lain di balik nama 59 jalan dan 55 gang di Kota Madiun.
Buku berjudul Nama-Nama Jalan di Kota Madiun (Masa Kolonial 1918-1942) karya Andrik tersebut mengupas sejarah perjalanan kolonial Belanda di Gementee Madioen, nama Kota Madiun di masa kolonial. Bukan sekadar tulisan, buku setebal 249 halaman itu juga dilengkapi foto sejumlah bangunan dan peta masa penjajahan. ‘’Basic-nya saya memang suka sejarah,’’ kata Andrik.
Sejatinya, Andrik awalnya mengulas bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda. Namun, hal itu diurungkan setelah dia memperoleh koran dan Hoofdplaats Madioen (peta Kota Madiun) zaman Belanda lengkap dengan nama-nama jalan dari salah seorang temannya.
‘’Akhirnya saya ganti konsepnya dari semula menulis sejarah bangunan menjadi nama-nama jalan. Tapi, sejarah bangunan tetap saya masukkan dalam buku,’’ ungkap pria 33 tahun warga Kelurahan Banjarejo, Taman, itu.
Butuh waktu satu setengah tahun bagi Andrik untuk menyelesaikan buku Nama-Nama Jalan di Kota Madiun (Masa Kolonial 1918-1942) itu hingga akhirnya cetak pertama pada 2021. Merasa belum puas dan perlu dilakukan sejumlah revisi, tahun ini dia meluncurkan cetakan kedua. ‘’Saya cetak sekitar 130 buku,’’ sebut alumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Ratusan buku yang dibanderol Rp 85 ribu itu ternyata diminati masyarakat. Khususnya para pegiat sejarah. Saat ini tinggal tiga buku yang tersisa. Meski begitu, Andrik tidak berniat mencetak kembali. ‘’Kalau cetak lagi enggak, tapi ada rencana membuat e-book-nya,’’ imbuh salah seorang anggota Kompas Madya itu.
Selain sejarah Kota Madiun, Andrik berencana mengupas sejarah Kabupaten Madiun. Namun, sejarah apa yang bakal digali, dia masih merahasiakannya. ‘’Project selanjutnya sudah ada di Kabupaten Madiun,’’ ucapnya. *** (ggi/isd/c1)
Editor : Hengky Ristanto