Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Program Hibah Antar Didik Sasmito Sukses Jadi Peternak Lele

Hengky Ristanto • Sabtu, 24 September 2022 | 19:00 WIB
TELATEN: Didik Sasmito sedang beraktivitas di kolam lele di halaman rumahnya. (DIDIK SASMITO FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
TELATEN: Didik Sasmito sedang beraktivitas di kolam lele di halaman rumahnya. (DIDIK SASMITO FOR JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Budi daya ikan lele masih menjanjikan. Itu dibuktikan Didik Sasmito, warga Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo, Kota Madiun. Hasil panen lele pria 48 tahun tersebut berhasil menembus pasar berbagai daerah. Pun, dari awalnya hanya empat, kolamnya kini berkembang menjadi belasan.


-------------


Pagi itu Didik Sasmito terlihat sedang sibuk di halaman rumahnya. Pria 48 tahun itu tengah memberi makan ikan lele yang dibudidayakan di belasan kolam. Setiap kali pakan ditaburkan, langsung menjadi rebutan puluhan ikan hingga menimbulkan percikan di permukaan kolam.


Setelah memberi makan ikan, Didik beralih mengganti air di beberapa kolamnya. Bersamaan itu, dia dengan telaten membersihkan lumut yang menempel di tepi bangunan kolam. ‘’Ternak ikan lele sejak 2019,’’ ujar warga Jalan Tawang Mukti, Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo, Kota Madiun, itu.


Saat memulai beternak lele itu Didik nyaris tidak mengeluarkan modal sama sekali. Sebab, dia mendapatkan program hibah dari pemerintah. Kala itu, Didik memperoleh bantuan empat kolam beserta isinya. ‘’Belajar budi daya lele dari medsos dan tanya-tanya ke peternak yang sudah berhasil,’’ sebutnya.


Didik membudidayakan lele dengan sistem intensif. Dibandingkan metode konvensional, teknik beternak lele yang digunakan Didik lebih menguntungkan. ‘’Masa panennya lebih cepat, walaupun ukuran ikannya lebih kecil dibanding sistem konvensional,’’ ungkapnya.


Meski begitu, bukan berarti budi daya lele yang dilakukan Didik berjalan mulus. Dia pernah beberapa kali menjadi korban penipuan saat awal-awal merintis usahanya. ‘’Pernah ditipu agen pemasaran. Timbangannya diset selisih 10 kilogram. Misalnya, harusnya 60 kilogram, yang dibayar cuma 50 kilogram,’’ kenangnya.


Belajar dari pengalaman itu, Didik selektif memilih agen pemasaran. Pun, kolam ikan lelenya yang awalnya hanya empat, kini telah berkembang menjadi 18. Sementara, pelanggannya sudah merambah beberapa daerah di Madiun Raya, Solo, dan Jogjakarta. ‘’Sekarang, dalam seminggu saya bisa jual tiga sampai empat ton ikan lele,’’ sebutnya. *** (isd/c1)

Editor : Hengky Ristanto
#Program Hibah #Budi daya ikan lele #kota madiun #inspirashe #peternak lele