Madu Lebah Klanceng Hasil Budi Daya Ilham Adilla Laris Manis

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Kamis, 27 Oktober 2022 | 16:08 WIB
TEKUN: Ilham Adilla menunjukkan hasil produksi madu dan salah satu kotak sarang lebah miliknya. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
TEKUN: Ilham Adilla menunjukkan hasil produksi madu dan salah satu kotak sarang lebah miliknya. (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Berawal dari sekadar mengisi waktu luang masa pandemi Covid-19, Ilham Adilla mencoba membudidayakan lebah klanceng. Berkat ketekunannnya, kini warga Desa Sidomulyo, Sawahan, itu mampu menghasilkan puluhan liter madu tiap bulannya.

-------------

Pemandangan asri dan bunga warna-warni begitu memanjakan mata saat menginjakkan kaki di halaman rumah Ilham Adilla. Tidak sekadar ditanam, aneka bunga itu menjadi bagian sumber pendapatan warga Desa Sidomulyo, Sawahan, tersebut.

Pemuda 23 tahun itu sejak dua tahun lalu membudidayakan lebah klanceng. Awalnya, budi daya tawon itu sekadar untuk mengisi waktu di tengah kesibukannya kuliah online di masa pandemi Covid-19. ‘’Sengaja pilih jenis trigona klanceng karena tidak ngentup. ‘’Soalnya di sini banyak anak kecil. Takut membahayakan mereka kalau beternak jenis lebah biasa,’’ katanya.

Saat ini Ilham membudidayakan tiga jenis lebah klanceng. Yakni, Levi, Itama, dan Torasica. Masing-masing menghasilkan madu dengan kekhasan tersendiri. Madu lebah Levi rasanya lebih asam. Sedangkan Itama campuran rasa manis dan sedikit asam. ‘’Paling manis madu Torasica. Rasa madu itu dipengaruhi jenis makanan lebah,’’ ungkap alumnus Politeknik Madiun tersebut.

Kini, Ilham memiliki sekitar 50 kotak lebah Levi, 20 Itama, dan dua kotak lebah Torasica. Dalam sebulan, jenis Itama mampu menghasilkan 20 liter madu. Sedangkan Levi, sekali panen –saban tiga bulan- sebanyak 5 liter. ‘’Kalau Torasica itu per bulan bisa cuma 2 liter,’’ sebutnya.

Ilham tidak hanya menjual produk madu. Melainkan juga kotak lebah berisi satu ratu, lebah pekerja, dan telur, hingga tanaman bunga untuk pakan tawon. Selama ini dia memasarkan madunya dalam tiga jenis kemasan. Yakni, botol 140 mililiter, 200 mililiter, dan 1 liter.

Harganya bervariasi. Kemasan botol mulai Rp 65.000 hingga Rp 90.000. Sedangkan jenis literan dibanderol Rp 330.000 sampai Rp 380.000. ‘’Paling banyak pesanan dari Bali dan Lombok. Di Madiun ada sekitar 10 toko yang saya suplai,’’ ujarnya. *** (isd) Editor : Hengky Ristanto
madu inspirashe budidaya lebah