--------------
Suara mesin jahit terdengar dari balik tirai teras rumah Hesti Irawati. Pun, ekspresi perempuan itu tampak serius saat menjahit kain flanel yang sudah diberi pola. Selembar kain tuntas terjahit, Hesti lantas mengambil sebuah gunting kecil dan memotong sisa-sisa benang pada kain.
Pekerjaan itu dilakukan berulang kali hingga menghasilkan puluhan kain flanel yang telah berbentuk pola tertentu. Kemudian, Hesti menyatukan potongan-potongan tersebut dengan cara dijahit hingga menjadi replika awan. Setelah itu, Hesti memasukkan dakron ke dalamnya.
Selanjutnya, dia menambahkan pernik berbentuk mata dan bibir dari kain flanel pada salah satu sisi boneka agar terlihat lucu. ‘’Kebetulan sejak remaja suka menjahit,’’ ujar warga Jalan Tawang Bhakti, Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo, Kota Madiun, itu.
Hesti menekuni usaha boneka kain flanel dan perca sejak 2017 lalu. Berawal saat ada permintaan dari PAUD tempat anak sulungnya sekolah membuat kerajinan dari kain flanel untuk dipamerkan di bazar. Tidak disangka, banyak orang tua murid yang tertarik. ‘’Sejak itu saya mulai rajin membuat berbagai kerajinan,’’ ungkapnya.
Saat kasus korona sedang tinggi-tingginya, penjualan kerajinan buatan Hesti sempat menurun drastis. Kemudian, dia berinisiatif memproduksi masker anak. Pada 2021 bersamaan meredanya pandemi, Hesti balik lagi menekuni kerajinan berbahan kain flanel dan perca. ‘’Kadang idenya dapat dari Pinterest dan YouTube,’’ sebutnya.
Selain pemasaran dari mulut ke mulut, selama ini Hesti memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk mempromosikan kerajinan hasil kreasinya. Langkah itu terbilang efektif. Buktinya, pembeli datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Sidoarjo, Surabaya, dan Bali. ‘’Inginnya bisa laku sampai luar negeri,’’ ucapnya. *** (isd) Editor : Hengky Ristanto