Penampilan Dea Fatmala Bayazha mendadak berubah total. Itu setelah warga Desa Sambirejo, Jiwan, tersebut mengenakan kostum salah satu karakter game Genshin Impact. Warnanya dominan ungu. Pun, rambut di kepalanya memiliki warna serupa.
Sejak duduk di bangku SMA Dea Fatmala Bayazha kerap tampil ala tokoh anime Jepang. Itu tidak terlepas dari kesukaanya dengan film anime. Awalnya dia sekadar mengoleksi pernak-perniknya. Namun, belakangan coba bergaya cosplayer. ‘’Dulu kostum harus bikin sendiri. Sekarang pilih sewa,’’ kata Dea.
Dengan kostum buatan sendiri, Dea bersama temannya kemudian mulai mencoba ikut event bertema anime Jepang di Surabaya dan Malang. ‘’Pertama ikut event besar tahun 2016 di Japanese World yang diselenggarakan Unair,’’ kenang gadis 24 tahun itu.
Seiring berjalannya waktu, pengetahuan dan wawasan Dea tentang cosplayer pun bertambah. Pun, sempat didapuk menjadi juri kompetisi cosplay di Kota Madiun beberapa waktu lalu. ‘’Yang dinilai itu penjiwaan karakter, make up, kostum, dan totalitasnya,’’ bebernya.
Bagi Dea, menjadi cosplayer tidak sekadar menyalurkan hobi. Melainkan dari situ dia juga mendapatkan banyak teman baru yang memiliki minat sama. ‘’Sering juga diajak foto bareng penonton,’’ kata alumnus Universitas Brawijaya itu. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto