--------------
NUANSA klasik begitu terasa di sebuah rumah di Jalan Margobawero Gang VII, Kelurahan Mojorejo, Taman, itu. Tampak beberapa kursi tertata rapi di teras rumah yang dikonsep ala warung tersebut. Kesan itu semakin kuat dengan adanya gerobak kayu berisi aneka rempah di teras rumah.
Sementara, Muhammad Zaenuri si empunya rumah terlihat sedang sibuk menggeprek aneka rempah seperti jahe, kencur, cengkih, dan serai. Setelah itu, geprekan rempah dimasukkan ke gelas dan ditambahkan gula. Lalu, dituangkan air panas ke dalamnya sebelum akhirnya diberi air perasan jeruk nipis.
Zaenuri memproduksi minuman herbal tidak terlepas dari aktivitasnya menekuni pencak silat. Sebab, dari situ dia mengenal ilmu terapi dan meracik minuman tradisional yang berkhasiat untuk tubuh. ‘’Sejak SMP saya mengikuti berbagai perguruan pencak silat,’’ ujarnya.
Berbeda dengan jamu pada umumnya, air wedang hasil racikan Zaenuri cenderung bening. ‘’Sebenarnya ada 21 jenis wedang yang saya kenal. Tapi, baru enam yang saya produksi, seperti Wedang Seger, Wedang Jereh, dan Wedang Marem,’’ tuturnya.
Saat awal-awal pandemi Covid-19, Zaenuri kerap kebanjiran order wedang herbal. Pun, dia kerap diundang mengisi workshop psikoterapi di berbagai daerah seperti Sukoharjo, Jogjakarta, Magelang, Pekalongan, Wonosobo, dan Tangerang. ‘’Senang bisa berbagi ilmu,’’ ucapnya. *** (isd) Editor : Hengky Ristanto