--------------
HARI masih pagi. Namun, Tarisha Tristania Putri sudah berkeringat. Gadis itu tampak sedang berlari mengelilingi lintasan di Stadion Wilis. Setelah lima putaran, dia beristitahat sejenak. Kemudian, melakukan pemanasan sebelum akhirnya berlatih lompat jauh.
Setelah melepas sepatunya, Tarisha berjalan menuju titik start. Lalu, berkonsentrasi sejenak dan berlari kencang. Sampai di titik lompatan, tubuhnya melesat hingga beberapa meter ke depan. Latihan itu dilakukan berulang kali hingga berhasil mencatat jarak terjauh di landing pit.
Tarisha hobi olahraga atletik sejak duduk di bangku SD. Spesialisasinya nomor lompat jauh. Singkat cerita, potensinya dilirik Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Madiun. ‘’Tahun 2019 waktu kelas XI SMA saya dapat panggilan ikut porprov (pekan olahraga provinsi, Red),’’ ujar warga Jalan Suryo Manis, Kelurahan Manisrejo, Taman, itu.
Gadis itupun lantas mengikuti training center (TC) selama enam bulan sebelum terjun di porprov. Sempat pesimistis mampu berprestasi, dalam kejuaraan tersebut Tarisha berhasil menduduki peringkat empat nomor lompat jauh. ‘’Itu pengalaman pertama saya bertanding di porprov,’’ sebutnya.
Pasca porprov, Tarisha mulai merambah nomor lari. Baik 100 meter, 200 meter, maupun 400 meter. Pun, sejak itu prestasi demi prestasi lainnya berhasil diraih. Di antaranya, medali emas lompat jauh Porkot Madiun tiga tahun berturut-turut sepanjang 2015-2018. Kemudian, emas lompat jauh olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tingkat provinsi. Selain itu, emas lompat jauh Porprov Jatim 2022.
Dia juga sempat meraih medali emas nomor lompat jauh O2SN tingkat nasional di Aceh. Terakhir, Tarisha sukses menyabet emas nomor estafet 4x400 meter dan lompat jauh kejurda. ‘’Target ke depan emas PON (Pekan Olahraga Nasional, Red) 2024,’’ tutur gadis yang kini telah berstatus mahasiswi itu. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto