--------------
PAGI itu Diah Indarti tampak sibuk menyiapkan sajian kuliner di kedainya yang ada di lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo. Perempuan tersebut tampak serius memasak sop. Bahannya ada ikan salmon, beberapa jenis sayuran, dan susu full cream.
Setelah matang, sop lantas dituangkannya ke cup yang telah disiapkan. Kemudian, ditambahkan pastry di atasnya. Lalu, dimasukkan ke mesin oven. ‘’Ini namanya zuppa soup,’’ ujar Dea, sapaan akrab Diah Indarti.
Dea sejatinya memiliki background pendidikan akuntansi. Namun, sedari kecil gemar memasak. Pun, sejak 2015 membuka usaha bakery dan cookies. ‘’Waktu itu masih bekerja. Karena terbilang laris, muncul keinginan fokus berwirausaha,’’ katanya.
Pada 2021 lalu Dea memutuskan resign dari tempat kerjanya dan fokus menekuni usaha makanan. Pun, kerap menciptakan sajian kuliner unik. ‘’Sebelum jualan zuppa soup, saya pernah membuat makanan olahan dari bahan bekatul,’’ ungkap warga Perum Margatama Asri, Kanigoro, itu.
Tahun ini Dea menelurkan inovasi zuppa soup berbahan dasar ikan. Inspirasinya dari program Pemkot Madiun menekan angka stunting. Tidak salah jika produk hasil olahannya itu laris manis diburu ibu hamil dan menyusui.
Produk zuppa soup buatan Dea dibanderol Rp 12 ribu per porsi. Dalam sehari sedikitnya 20 porsi terjual dari lapaknyaa. ‘’Lumayan sering juga dapat pesanan. Bahkan, pernah sampai 200 porsi,’’ ujarnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto