-----
KERINGAT masih membasahi sekujur tubuh Bryan Juhan Soetanto usai melakukan pemanasan. Namun, remaja itu langsung beranjak menuju samsak tinju tidak jauh dari ring di sasana tersebut. Kemudian, memukul-mukulnya dengan keras hingga beberapa menit.
Setelah istirahat sejenak, Cohan –sapaan akrab Bryan Juhan Soetanto- ganti menuju ring. Di sana sudah ada seorang rekannya. Usai mengenakan pelindung kepala, keduanya pun lantas melakukan sparing. ‘’Baru sekitar dua tahun menekuni tinju,’’ kata Cohan.
Sebelum menggeluti tinju, Cohan merupakan seorang atlet renang. Pun, selama tiga tahun menekuni cabang olahraga (cabor) tersebut telah meraih sejumlah prestasi. ‘’Tahun 2017 saya terkena hernia dan harus operasi sehingga berhenti olahraga,’’ tutur warga Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kejuron, Taman, itu.
Baru pada 2021 Cohan kembali aktif menekuni olahraga. Namun, bukan renang, melainkan tinju. Awalnya keputusannya itu sempat ditentang kedua orang tuanya. Namun, seiring berjalannya waktu justru mendapat dukungan.
Tidak butuh waktu lama bagi Cohan untuk meraih prestasi di cabor barunya. Pada kerjurprov 2021 dia sukses membawa pulang medali emas. ‘’Tahu saya bisa berprestasi di tinju, orang tua akhirnya memahami pilihan saya,’’ tutur Cohan.
Selain emas kejurprov 2021, Cohan juga berhasil menyabet medali perunggu Porprov Jatim 2021. Sementara, tahun lalu sukses meraih perak kejurprov. Meski begitu, pelajar kelas XII SMK itu belum merasa puas. ‘’Target saya bisa mendapatkan medali emas PON (Pekan Olahraga Nasional, Red,’’ ujarnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto