Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kembang Goyang Buatan Fitri Wulandari Digemari Berbagai Kalangan

Hengky Ristanto • Selasa, 14 Februari 2023 | 13:46 WIB
TRADISIONAL: Fitri Wulandari menunjukkan kembang goyang buatannya yang telah dikemas kekinian. (RAHMA DWI LESTARI/JAWA POS RADAR MADIUN)
TRADISIONAL: Fitri Wulandari menunjukkan kembang goyang buatannya yang telah dikemas kekinian. (RAHMA DWI LESTARI/JAWA POS RADAR MADIUN)
Kembang goyang masih memiliki penggemar luas. Buktinya, produk jajanan tradisional hasil olahan Fitri Wulandari, warga Kelurahan Nambangan Kidul, Manguharjo, itu mampu merambah berbagai daerah. Bagaimana proses pembuatannya?

----------

PULUHAN loyang berisi kue kembang goyang terlihat memenuhi ruang tengah rumah Fitri Wulandari. Sembari menunggu panasnya berkurang, perempuan itu membuat adonan baru. Kemudian, dia memanaskan minyak dengan api kecil di kompor,

Setelah dirasa panasnya cukup, Fitri mencelupkan cetakan ke loyang berisi adonan kembang goyang hingga menempel rata. Lalu, memasukkan ke minyak panas sampai adonan lepas dari cetakan. ‘’Ya seperti ini proses pembuatannya,’’ kata Fitri.

Fitri mengenal resep kembang goyang dari YouTube. Pun, butuh waktu hingga tiga bulan bagi warga Jalan Gelatik, Nambangan Kidul, Manguharjo, itu untuk melakukan eksperimen sampai akhirnya mendapatkan cita rasa yang pas di lidah.

‘’Tingkat panas minyak harus ideal. Kalau terlalu panas hasilnya gosong,’’ ujarnya. ‘’Maka dari itu, kalau sekiranya hasil gorengan mulai nggak bagus, api kompor saya kecilkan dulu. Sebab, jika diteruskan lama-lama gosong,’’ imbuhnya.

Fitri sengaja tidak menggunakan bahan pengawet. Selain faktor keamanan produk bagi kesehatan, itu dilakukan untuk menjaga cita rasa kembang goyang buatannya. ‘’Kalau pakai pengawet bisa tahan sampai satu bulan, tapi ini cuma dua minggu. Nggak masalah, yang penting enak dan sehat,’’ tuturnya.

Berkat ketekunannya, kini penjualan kembang goyang hasil olahan Fitri sudah merambah berbagai daerah seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Surabaya. ‘’Peminatnya mulai anak-anak sampai lansia,’’ sebut perempuan 37 tahun itu. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto
#jajanan kota madiun #umkm madiun #jajan jadul kota pendekar #kembang goyang kota madiun #kembang goyang madiun #Kota Pendekar #umkm kota madiun #jajanan madiun #usaha kuliner madiun