----------
TANGAN Hutami Widya Pratiwi tampak lincah memainkan hakpen pada benang katun hingga membentuk sebuah pola rajutan. Bagian demi bagian dengan telaten digarap perempuan 27 tahun itu. ‘’Ini sedang bikin boneka amigurumi,’’ ujarnya.
Sudah tiga tahun Hutami menggeluti kerajinan amigurumi. Ide itu muncul setelah dia menemukan tutorial pembuatannya di YouTube. Setelah dua kali percobaan, perempuan yang berprofesi sebagai bidan itu akhirnya berhasil membuat sebuah boneka sesuai keinginannya.
‘’Lalu, saya posting di medsos sampai akhirnya banyak yang minat,’’ tutur warga Desa/Kecamatan Balerejo itu.
Meski begitu, Hutami sengaja membatasi maksimal tiga pieces per pekan. Sebab, untuk menyelesaikan satu kerajinan amigurumi membutuhkan waktu setidaknya tiga hari. ‘’Sistemnya pre-order. Selain boneka, saya juga bikin jepit rambut, gantungan kunci, topi, konektor masker, dan wadah flashdisk,’’ bebernya.
Selama ini Hutami menggunakan metode pemasaran online via media sosial dan marketplace. Mayoritas pelanggannya calon ibu yang sedang mempersiapkan kelahiran bayinya. ‘’Untuk keperluan photoshot jika bayi sudah lahir,’’ kata alumnus Universitas Brawijaya itu.
Kerajinan amigurumi buatan Hutami sudah merambah berbagai daerah di Jawa. Bahkan, wilayah luar pulau seperti Bali dan Sumatera. Sementara, harga produknya bervariasi mulai Rp 8 ribu sampai Rp 95 ribu per piece. ‘’Ini mau membidik segmen penggemar K-Pop,’’ sebutnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto