----------------------------------------------------------------
KETULUSAN niat menjadi kunci bagi ke empat imam muda itu dalam menghafalkan Alquran. Menunaikan tugas mulia ini semata karena Allah SWT. ‘’Tidak semua orang sanggup menyelesaikan hafalan Alquran meski diberi kelebihan menghafal cepat. Bisa jadi niatnya belum kuat,’’ kata Abdullah Zain.
Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya (innamal a’malu binniyat). Niat menjadi tolok ukur suatu amalan itu diterima atau tidak. Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam menjalankan laku peribadahan. ‘’Seseorang khatam Alquran lebih cepat itu bukan karena lebih tua atau lebih pandai, tapi seberapa besar niat yang menyertainya,’’ jelasnya.
Zain ditunjuk sebagai imam utama di Masjid Bani Solan selama Ramadan. Pemuda asal Jakarta Selatan itu kini sedang kuliah di jurusan Tarbiyah di STAI Ali Bin Abi Thalib, Surabaya. ‘’Sejak TK saya sudah hafal dua juz, yakni 29 dan 30,’’ tuturnya.
Kelas 1-3 SD, ia berhasil Al-Baqarah hingga An- Nisa’. Selanjutnya, pindah ke pesantren saat kelas 4-6 SD untuk belajar bahasa. Saat kelas 3 SMP, dirinya telah menghafalkan 11 juz. ‘’Setelah itu masuk pondok khusus untuk hafalan Alquran. Alhamdulillah, satu tahun di sana saya khatam hafalan 30 juz,’’ ungkapnya.
Saat menghafal Alquran, Zain menerapkan teknik menghafal satu ayat diulang hingga lima kali hingga lancar di luar kepala. ‘’Untuk satu halaman bisa diulang sampai seratus kali,’’ terang pemuda usia 18 tahun, itu.
Tawaran menjadi imam di Masjid Bani Solan telah diterima sejak tahun lalu. Namun, orang tuanya baru mengizinkannya sekarang karena bertepatan libur kuliah. ‘’Nanti kalau kampus sudah masuk saya kembali lagi ke Surabaya,’’ ujarnya.
Tiga imam lainnya yakni Aulia Rahmawan asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Remaja 17 tahun itu merupakan imam termuda di Masjid Bani Solan. Selanjutnya, Ukkasyah asal Madiun, 25, dan Fauzan, 20, asal Bima, NTB. Ke empat lulusan pesantren dari berbagai daerah itu lulus seleksi menjadi imam di masjid ini. ***(fin) Editor : Hengky Ristanto