=====================================
MOTIVASI Kenandion Al Ghifari meningkat berlipat. Itu setelah dirinya mendapatkan medali emas perdananya di cabor muay thai pada Minggu (21/5) lalu. Hasil cemerlang di kejurprov tersebut sekaligus menjadi penebus kegagalannya saat mengikuti kick boxing fighting fight fest Maret lalu yang sama-sama digelar di Surabaya.
Sebelum mengenal muay thai, Kenan, sapaan akrabnya, mengaku lebih dulu berlatih kick boxing. Dia didaftarkan oleh orang tuanya ke sebuah klub kick boxing saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sementara itu, muay thai baru dia pelajari dua tahun terakhir.
Kenan menunjukkan bakat besar di muay thai. Hingga keluar sebagai peraih medali emas di kejurprov belum lama ini. ‘’Sebelum beralih ke muay thai, saya sempat mencoba olahraga kick boxing. Baru kemudian pada 2021 mulai berlatih muay thai,’’ ujar pelajar kelas X SMPN 1 Madiun itu.
Minimnya kejuaraan di kick boxing menjadi alasan kenapa dirinya kepincut dengan muay thai. Meski demikian, Kenan tak pernah mengeluh karena menggeluti dua cabor sekaligus. Malah, berlatih kedua cabor bela diri tersebut bisa melatih kekuatan fisik. Sebab, keduanya memiliki persamaan. Yakni, sama-sama olahraga full body contact. ‘’Tapi. muay thai lebih menantang. Karena tekniknya ternyata banyak,’’ ungkapnya.
Kenan mengaku medali emas yang didapat akhir pekan lalu itu bakal menjadi motivasinya untuk terus berprestasi. Pun, dia tidak ingin larut dalam euforia. ‘’Saya punya keinginan bisa seperti Rodtang Jitmuangnon (atlet muay thai dari Thailand),’’ ujar bocah yang berdomisili di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun tersebut.
Saat ini, Kenan lebih fokus berlatih untuk mengikuti berbagai kejuaraan muay thai ke depan. Termasuk di antaranya porprov. Bahkan, bila mampu dirinya ingin berpartisipasi di Pekan Olahraga Nasional (PON). ‘’Paling sering latihan fisik, sparing, hingga samsak. Latihan itu rutin saya lakukan setiap pulang sekolah,’’ katanya. ***(mg4/her) Editor : Hengky Ristanto