---------
PANDANGAN mata Wishnu seolah tidak bisa lepas dari layar gadget miliknya. Pemuda asal Jalan Utama Mulya, Kelurahan Rejomulyo tersebut tengah mengikuti Zoom meeting tentang syarat penerimaan kuliah di luar negeri. Sesekali dia juga membagikan tips mengenai bagaimana memperoleh beasiswa kuliah di berbagai kampus di luar negeri kepada khalayak.
‘’Tidak ada salahnya untuk berbagi,’’ ujar Wishnu yang merupakan mahasiswa lulusan Wuxi Institute of Technology, Tiongkok itu kemarin (1/6).
Dia mengaku menerima beasiswa kuliah di kampus tersebut mulai dari 2018 hingga lulus tahun 2021 lalu. Di Wuxi Institute of Technology, Wishnu masuk jurusan manajemen logistik. ‘’Setelah lulus saya mulai coba membentuk MSC,’’ ungkapnya
Penginisiasian terbentuknya MSC ini didasari oleh minimnya pengetahuan para pelajar di Kota Madiun mengenai bagaimana mekanisme mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Komunitas itu kemudian dimanfaatkan Wishnu sebagai wadah bagi mereka yang ingin mencari tahu mengenai beasiswa kuliah di luar Indonesia.
‘’Ternyata, banyak pelajar yang kurang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Malah beberapa di antara mereka ada yang mengaku menerima informasi hoaks tentang beasiswa,’’ terang pria berusia 28 tahun itu.
Wishnu menyatakan, mereka yang tergabung dalam MSC tidak dipungut biaya. Dia lakukan itu semua dengan cuma-cuma. Wishnu hanya berharap banyak pelajar di Kota Madiun yang bisa mengenyam pendidikan di luar negeri. ‘’Mereka yang menerima beasiswa juga akan terus dipantau perkembangannya,’’ katanya.
Karena itu, lanjut Wishnu, para pencari beasiswa kuliah di luar negeri bakal dilihat potensinya terlebih dahulu. Baru setelah itu diarahkannya ke kampus tertentu sesuai dengan kemampuan atau skill yang mereka miliki.
‘’Saya berikan arahan dan masukan bagi mereka yang mau mendaftar beasiswa. Saya coba gali potensinya dulu,’’ ujarnya.
Baginya, beasiswa kuliah di luar negeri itu bisa didapatkan asalkan disertai dengan usaha. Bahkan, dirinya sempat lima tahun gagal mendapatkan beasiswa kuliah di berbagai kampus luar negeri. ‘’Sudah berkali-kali gagal sebenarnya. Tapi, saya tidak menyerah. Saya coba perbanyak relasi dengan penyelenggara beasiswa untuk mendapatkan bimbingan dan motivasi,’’ jelas Wishnu. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto