Warga Kelurahan Josenan punya tradisi bersih desa yang digelar secara turun temurun. Ritual yang digelar setiap Jumat Pon pada bulan Muharam itu untuk menghormati para leluhur serta sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
---------
BEBERAPA warga mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan udeng (ikat kepala) sembari membawa tumpeng berjalan kaki dari rumahnya masing-masing menuju pendapa Biting Kelurahan Josenan. Sementara warga lainnya juga melakukan hal serupa, hanya saja mengenakan pakaian biasa.
Di pendapa tersebut sudah ada beberapa pria berpakaian penadon yang memanggul dua gunungan. Masing-masing berisi sayur-sayuran dan jajanan. Kemudian, tumpeng yang berjumlah sekitar 40 buah dan dua gunungan tersebut diarak menuju ke paseban punden dekat lapangan bola kelurahan Josenan
Selanjutnya, makanan itu ditata berjajar di pelataran paseban. Seorang tokoh masyarakat pun memimpin doa yang kemudian di amini oleh masyarakat. Usai membacakan doa, tumpeng tersebut kemudian kembali dibawa pulang untuk disantap secara bersama-sama. Ada juga yang dimakan di tempat.
Sedangkan, dua gunungan tadi dibawa ke tengah lapangan untuk diperebutkan oleh masyarakat. Dalam hitungan detik semuanya sudah ludes tak bersisa. Dalam acara bersih desa itu warga yang hadir juga dihubur dengan pertunjukan reog.
Tokoh masyarakat setempat, Suseno menerangkan, tradisi bersih desa rutin dilaksanakan pada bulan Muharam, tepatnya Jumat Pon pada hitungan Jawa. ‘’Jadi, tradisi ini merupakan bentuk ucapan syukur kami kepada Sang Pencipta. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerukunan warga Josenan,’’ katanya kemarin (21/7).
Pada ritual tersebut, seluruh warga berdoa agar selamat dan tolak bala, baik warganya maupun kelurahannya. Acara ini sepenuhnya digelar secara swadaya oleh masyarakat di RW 09. Termasuk tumpeng yang dihidangkan merupakan hasil swadaya warga.
‘’Ini sekaligus nguri-uri budaya leluhur kita yang selalu gotong royong dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,’’ terang Suseno yang juga merupakan Ketua RW 09 di Kelurahan Josenan itu. ***(ggi/her)
Editor : Budhi Prasetya