Ide bisnis bisa datang dari mana saja. Salah satunya dari hobi. Seperti yang dilakukan Agus Setiyono, warga Desa Ketroharjo Tulakan, Pacitan, ini. Dia sukses meraup cuan dari bisnis hobi burung kicau.
----------
BAPAK satu anak ini telah merintis usaha sebagai pembudi daya burung berkicau sejak 2012 silam. Bermula dari hobi, dia pun mencoba beternak berbagai jenis burung kicau di rumahnya. Hingga berhasil meraup cuan.
Beragam burung kicauan ada di peternakannya. Mulai burung cigun, pleci, gelatik, jalak suren, hingga cucak hijau. ‘’Awalnya memang hobi memelihara burung berkicau. Pada 2012 lalu saya mencoba membudidayakan. Alhamdulillah berhasil sampai saat ini,’’ tutur laki-laki 33 tahun ini kemarin (28/7), kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Burung-burung yang dibudidayakan biasanya didapatkan dari warga sekitar atau petani. Burung yang masih liar dibeli Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu per ekor. Untuk menjadi peternak burung kicauan dia juga belajar banyak hal. Seperti faktor kesuksesan, cara membuat burung nyaman, hingga risiko atau masalah yang bakal dihadapi.
Perlu ketelatenan dalam merawat. Misalnya, pemberian makan rutin, menjaga kebersihan kandang, hingga menjemur burung di bawah terik matahari guna menjaga daya tahan tubuh. ‘’Ya gampang-gampang susah sih, karena kalau tidak telaten burung biasanya akan langsung sakit, bahkan mati,’’ ujarnya.
Tak sekadar merawat, untuk menghasilkan burung yang gacor, pembudi daya juga wajib melatih burung agar kicauannya merdu dan tentu saja harga yang fantastis. ‘’Hampir setiap pagi dan sore dilatih terus. Tak lupa memberi pakan hewani seperti jangkrik untuk memenuhi kebutuhan protein agar peforma burung semakin maksimal,’’ ungkapnya, kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Agus menjual burung kicauannya mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per ekor. Tergantung jenis burung dan merdunya kicauan. Selain di wilayah Pacitan, pemasarannya sudah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. ‘’Kadang ada yang pesan dari luar daerah seperti dari Jawa Tengah hingga Jakarta,’’ pungkas Agus. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani