Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kreatif! Bank Sampah Pesanggrahan Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Mizan Ahsani • Rabu, 13 September 2023 | 01:30 WIB
RAMAH LINGKUNGAH: Lilin Aromaterapi hasil kreativitas tim Bank Sampah Pesanggrahan yang memanfaatkan barang-barang bekas dan minyak jelantah. (BAGAS BIMATARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
RAMAH LINGKUNGAH: Lilin Aromaterapi hasil kreativitas tim Bank Sampah Pesanggrahan yang memanfaatkan barang-barang bekas dan minyak jelantah. (BAGAS BIMATARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

Di tangan Rina Nurul Makrufah, minyak jelantah ternyata dapat disulap menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Bersama dengan tim Bank Sampah Pesanggrahan, limbah minyak itu diracik menjadi lilin aromaterapi. Bahkan, kreasinya tersebut membantu mengantarkan Taman menjadi kelurahan berseri tingkat provinsi.

----------

RINA begitu luwes ketika diminta menjelaskan bagaimana cara pembuatan lilin aromaterapi dari bahan minyak jelantah. Misalnya satu liter minyak jelantah, bisa dipakai untuk membuat 100 gram lilin aromaterapi.

Prosesnya diawali dengan penyortiran minyak bekas penggorengan. Kemudian, minyak tersebut dicampur dengan lilin bekas atau parafin. Setelah itu, ditambah crayon warna-warni serta cengkeh dan serai sebagai pewangi aromaterapi.

Semua bahan-bahan tersebut lantas diaduk dan dipanasi agar meleleh. Setidaknya, dibutuhkan waktu sekitar 15–30 menit supaya campuran itu dapat menyatu. ‘’Setelah dilelehkan, kemudian didinginkan sekitar 1x24 jam. Tapi, kalau lebih lama lagi hasilnya (lilin) bisa semakin padat,’’ kata perempuan 54 tahun itu.

Selama proses pendinginan itu campuran lilin sudah berada di dalam wadang gelas dan telah dipasangi tali kasur sebagai sumbu.

Kreasi ini tidak dikerjakan Rina sendiri. Dia dibantu oleh lima temannya yang tergabung dalam tim Bank Sampah Pesanggrahan, RT 36 RW 11, Kelurahan/Kecamatan Taman. ‘’Lilin aromaterapi itu tidak diperjualbelikan. Tapi, kami bagikan kepada masyarakat,’’ ujar Rina.

RAMAH LINGKUNGAH: Tim Bank Sampah Pesanggrahan mengolah minyak jelantah menjadi barang bernilai jual tinggi. (BAGAS BIMATARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
RAMAH LINGKUNGAH: Tim Bank Sampah Pesanggrahan mengolah minyak jelantah menjadi barang bernilai jual tinggi. (BAGAS BIMATARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

Namun demikian, Rina berharap masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Contoh gampangnya, warga mau menyortir limbah sampah rumahnya secara mandiri. Selanjutnya, disetorkan ke bank sampah untuk dikelola.

‘’Inovasi ini (lilin aromaterapi dari minyak jelantah) kami kembangkan sejak tahun 2022. Tapi, untuk keberadaan bank sampahnya sudah ada sejak 2017,’’ ungkapnya.

Adapun sampah yang dikumpulkan oleh warga itu diwujudkan dalam bentuk tabungan. Yang mana, setiap tahun bisa diambil ketika Ramadan. Misalnya, satu kilogram (kg) sampah kertas HVS dihargai Rp 4.500.

Pun, dia menjanjikan setiap tahun ada inovasi baru dalam pengelolaan sampah di lingkungannya. ‘’Kami berharap, ke depannya, adanya motivasi maupun pembinaan secara berkelanjutan dari dinas lingkungan hidup (DLH) terkait keberadaan bank sampah,’’ harapnya. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#minyak jelantah #kota madiun #bank sampah #lilin aromaterapi