Kecintaan Nadia Pramesti pada budaya daerah tak pernah luntur. Ini dibuktikannya dengan menjadi penari Celeng Srenggi di pertunjukan budaya jaranan di Madiun. Penari cantik berusia 20 tahun itu cukup mahir menarikan tarian tradisional tersebut hingga kerap tampil di festival dalam kota maupun luar provinsi.
----------
SUARA suling, kendang, gong, dan bonang telah akrab di telinga Nadia Pramesti sejak usia belasan tahun. Tepatnya saat dia nekat berlatih tarian Celeng Srenggi. Meski tidak memiliki basic menari maupun darah seni, tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berlatih.
‘’Sudah jalan enam tahun ini jadi penari Celeng Srenggi,” ujar warga Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan itu.
Nadia mengasah kemampuan menarinya dengan kerja keras. Dia terbiasa latihan rutin selama dua tahun, tepatnya saat masih duduk di bangku SMP. “Awal suka karena rutin menonton pertunjukan jaranan, lalu ada saudara menawari ikut sanggar seni jaranan. Saya mau dan mulai berlatih di situ,” tutur gadis berusia 20 tahun tersebut.
Sejak awal, Nadia memilih peran sebagai penari Celeng Srenggi. Menurutnya peran tersebut lebih cocok untuk perempuan dan memiliki gerakan yang lebih bebas. Sehingga dia bisa berimprovisasi dan menyalurkan segala ide kreasi tarinya.
“Sekitar dua bulan latihan, sudah bisa tampil seadanya. Tampil profesional itu setelah dua tahun latihan di sanggar,” terang perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah itu.
Kendati baru enam tahun berkecimpung di kesenian jaranan, Nadia telah diakui sebagai spesialis penari Celeng Srenggi di Kabupaten Madiun. Meski saat ini berstatus freelance, dia seringkali diundang untuk menjadi guest star dalam pertunjukan jaranan oleh beberapa sanggar atau grup seni jaranan dalam kota maupun luar kota.
Pun, seiring dengan pengalaman jam terbangnya yang sudah matang. Nadia mampu menari dengan kompak dan beradaptasi dengan berbagai tim tanpa perlu mengikuti latihan bersama.
“Kalau tiap bulan rata-rata seminggu sekali itu ada tanggapan, pernah saat Suro hampir dua hari sekali tampil,” ucap alumnus SMAN 2 Mejayan tersebut.
Meski sudah mahir, Nadia tetap berlatih untuk mengeksplor gerakan tarinya agar penonton tidak bosan melihat penampilannya. Dia pun mendapatkan kesempatan tampil bersama dengan idolanya, seorang penari Celeng Srenggi yang sudah besar namanya asal Kota Kediri beberapa waktu lalu. “Impian yang belum terwujud, saya ingin merasakan pengalaman tampil bersama sanggar jaranan yang sudah maestro,” imbuhnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani