Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tiga Punggawa Tahun 1997 Lalu, FLP Ponorogo Konsisten Lahirkan Deretan Karya dan Perkaya Dunia Literasi

Budhi Prasetya • Rabu, 24 Januari 2024 | 00:00 WIB

KONSISTEN: FLP Ponorogo getol menularkan semangat literasi kepada anggota dan masyarakat Bumi Reog sejak awal berdiri 2019 lalu.
KONSISTEN: FLP Ponorogo getol menularkan semangat literasi kepada anggota dan masyarakat Bumi Reog sejak awal berdiri 2019 lalu.

 

Jika kamu bukan anak raja, maka menulislah! Pesan Ali bin Abi Thalib. Forum Lingkar Pena (FLP) Ponorogo membawa embrio Islami dalam komunitas kepenulisannya. Berdiri sejak 2019 lalu, FLP membawa misi gerakan membumikan literasi di Ponorogo. Melalui berbagai acara seperti FLP Goes to School, donasi buku, hingga rumah baca. Bagaimana keseruannya? 

-----------------------------------

FARIDA Agustina tampak begitu semangat berbicara di hadapan anggota FLP Ponorogo. Dengan tatapan penuh keyakinan, seolah merefleksikan tekad kuat.

Seperti tercermin dalam kata-katanya yang memotivasi seluruh anggota untuk terus memberikan kontribusi positif melalui literasi.

Sesekali Farida memberikan kesempatan kepada para anggotanya yang juga telah melahirkan sederet karya untuk berbagi pengalaman proses kreatif kepenulisan.

FLP merupakan organisasi pengkaderan penulis yang didirikan sederet penulis dan aktivis ternama 1997 silam.

Di baliknya ada nama sekelas Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Maimon Herawati, dan belasan penulis lainnya. FLP melebarkan panji literasi di Bumi Reog pada 2019 lalu.

Baca Juga: Menkumham Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Didirikan para aktivis serta penulis asal Ponorogo yang kuliah dan lulus dari perguruan tinggi di Malang dan Surabaya. Yakni, Nugraheni Fitroh Rezqi S., Merliana Oktavinalis, serta Afifah Wahda Tyas Pramudita.

Sementara, Farida dipercaya sebagai ketua sekitar pertengahan tahun lalu. Sampai kini, FLP beranggotakan 30 orang yang terdiri dari pelajar, guru, hingga para dosen.

''Sebenarnya ada yang lebih senior dari saya, karena mereka dulu kuliah di Malang, Surabaya ikut FLP. Kemudian sudah lulus pulang ke Ponorogo, ketemu akhirnya mendirikan FLP ini, ‘’ kata Farida.

Baca Juga: Patut Ditiru, SDN Tiron 01 Aktif Gelorakan Gerakan Literasi

FLP rutin menggelar bedah karya, reading present, hingga writing challenge. Baik itu digelar melalui online maupun offline.

Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk menjamin hak pembinaan kepenulisan serta membaca kepada para anggotanya.

Selain itu, FLP getol merekrut anggota tiap dua tahun sekali. Sementara, kegiatan rutin bulanan digelar musyawarah wilayah sekaligus pemilihan pimpinan.

''Bedah karya itu seperti membaca disertai analisis, kalau dilakukan sendiri, susah ya. Kalau bareng-bareng, akhirnya kaya pemikiran dan semangat. Nah, itu bisa jadi modal untuk menulis,’’ jelas perempuan 43 tahun tersebut.

Melalui FLP, para anggota saling berbagi tentang kepenulisan. Berbagai kendala dan hambatan coba diurai bersama agar setiap anggota dapat melahirkan karya secara mandiri. 

Sharing kepenulisan tersebut, tidak terkecuali juga digelar melalui forum online. Pun, semangat literasi itu turut ditularkan ke publik.

''FLP berlandaskan tiga pilar, yaitu keislaman, kepenulisan, dan keorganisasian,’’ jelasnya.

Konsistensi FLP menjalankan kerja kemanusiaan di bidang literasi berbuah manis. Sederet karya lahir dari para anggota FLP.

Terbaru, saat ini FLP Ponorogo tengah menggarap karya antologi, buah kerja sama dengan Mall Pelayanan Publik (MPP) Magetan.

''Seperti moto kami, berbakti, berkarya, dan ber-arti. Menjadi panduan utuk terus memberikan pencerahan melalui tulisan dan mengajak masyarakat,'' pungkasnya. ***(herlin-magang-pnm/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#literasi #FLP #ponorogo