Jawa Pos Radar Madiun - Tangan Imaniar Septiani Rais gemulai. Gerakan demi gerakan luwes diperagakan. Dia seorang penari yang bisa dibilang sarat pengalaman. ''Saya suka nari sejak SMK,'' kata Ima, sapaannya, Minggu (19/5/2024).
Ima kini seorang mahasiswa di Politeknik Negeri Madiun (PNM). Dia mulai menyelami seni gerak tubuh itu saat masih duduk di bangku SMKN 2 Madiun. Berbagai tarian telah dikuasai dan dibawakan.
Seperti tari manggolo mudo, gambyong, jaipong, dan beberapa tari tradisional yang lain. ''Pernah juga menarikan tari ikon Madiun, Retno Dumilah, di TMII pada 2022,'' ungkap gadis kelahiran Bekasi, 2 September 2002 itu.
Ima sudah berlenggak-lenggok di sejumlah daerah. Mulai Surabaya, Yogyakarta, sampai Jakarta. ''Dengan menari, saya bisa mengekspresikan rasa dan emosi,'' tutur penari asal Kelurahan Rejomulyo, Kartoharjo, Kota Madiun, yang mengaku belajar menari otodidak dari YouTube itu. (mg1/den)
Editor : Hengky Ristanto