Garis hidup Udin Irchamna cukup bervariasi. Ia rela mengabdikan diri menjadi marbot masjid demi bisa kuliah. Takdir membawanya menjadi anggota DPRD Ponorogo.
Jawa Pos Radar Madiun - Udin Irchamna, pria asal Desa Baosan Lor, Ngrayun, Ponorogo telah resmi dilantik menjadi anggota DPRD pada hari Minggu (1/9) lalu.
Anggota DPRD Ponorogo 2024-2029 itu sejatinya hanya mengantongi 78 suara dalam pemilihan legislatif bulan Februari 2024.
Kepala pemuda 29 tahun itu sempat dielus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko usai pelantikan yang mengesahkannya duduk di kursi wakil rakyat.
Tak hanya itu, bupati juga meniup kepala Udin tiga kali setelah sebelumnya mulut Sugiri terlihat komat-kamit seperti membaca japa mantra.
Sambil kembali mengusap kepala Udin, Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, menepuk pundak kanan Udin lalu mengepalkan tangannya, menyiratkan pesan spirit kepada Udin.
Momen itu juga menjadi perhatian. Mengingat kisah legislator muda itu melangkahkan kaki menuju gedung dewan.
Udin mengaku tak sekalipun terbayang bakal menjadi wakil rakyat. Apalagi penghitungan suara sah yang didapatnya di dapil IV (Kec. Bungkal, Ngrayun, Sambit, dan Slahung) tercatat 78 suara.
Perolehan tersebut hanya didapatnya murni dari dukungan sanak keluarga dan tetangganya.
"Tidak pernah kampanye karena modal tidak ada, 78 suara saya dapatkan dari keluarga dan tetangga,’’ kata Udin.
Restu Orang Tua Antarkan Udin Jadi Wakil Rakyat
Kendati beruntung, Udin menyebut bahwa amanah tersebut merupakan garis takdir. Dia ingat betul saat orang tuanya memberikan restu sebelum coblosan silam.
Pada 14 Februari lalu, Udin berbaring di depan pintu rumah, kemudian dilangkahi orang tuanya tiga kali bolak-balik.
Dia juga membasuh kaki kedua orang tuanya. Udin yang anak keluarga petani itu berjanji bakal mengawal aspirasi masyarakat terutamanya di dapil-nya.
"Apapun akan kami tampung, kami perjuangkan lewat DPRD,’’ ujarnya.
Ketua KPU Ponorogo R. Gaguk Ika Prayitna menjelaskan bahwa Udin menggantikan Cipto Prayitno, anggota dewan terpilih dari PPP di dapil IV Ponorogo yang wafat Mei lalu.
Adapun perolehan suara PPP di dapil IV, yakni, mendiang Cipto Prayitno 6.079 suara, Udin Irchamna 78 suara, Sukron Hardianto 49 suara, Soimah 47 suara, Dwi Sartika Susanti 11 suara, dan Sunaryanto 17 suara.
Sesuai PKPU 6/2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Udin yang berada di urutan kedua berhak menggantikan mendiang.
"Sesuai hasil perolehan suara, dan aturan pengganti calon terpilih yang berhalangan atau meninggal dunia itu berasal dari nomor dua di bawahnya, yakni Udin,’’ jelas Gaguk.
Sering Tidur di Kampus saat Jadi Marbot Masjid
Udin tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah INSURI Ponorogo lulus 2022.
Murdianto, Warek III INSURI Ponorogo terkenang sosok Udin sebagai mahasiswa yang memiliki visi dan gagasan.
Bahkan, Udin tak segan beradu gagasan dan ide dengan para dosennya. Itu tak lepas dari aktifnya Udin sebagai aktivis pergerakan.
"Saat masih kuliah, sosok Udin ini kalau memiliki visi dan gagasan itu akan diperjuangkan habis-habisan, punya tekad kuat,’’ kata Murdianto.
Udin juga dikenal sebagai penghuni kampus saat kuliah, dia sering tidur di kampus dengan menjadi marbot masjid kampus karena harus aktif dan terlihat dalam kegiatan ekstra parlementer.
Tempat tinggal Udin berjarak 40 kilometer atau satu jam perjalanan melewati jalan pegunungan dengan tanjakan dan turunan ekstrem menuju kampusnya di pusat kota.
"Tentu sebagai almamater, kami berharap Udin dapat memperjuangkan gagasannya mewakili rakyat bawah,’’ harapnya. *** (kid)
Editor : Budhi Prasetya