Jawa Pos Radar Madiun – Rutinitas padat tak menghalangi langkah Alisa Nada untuk terus berkembang.
Perempuan 29 tahun asal Kota Madiun itu telah berkecimpung sebagai master of ceremony (MC) selama satu dekade.
Tak hanya di Madiun, panggilan kerja membawanya ke berbagai kota besar seperti Surabaya hingga Bandung.
’’Selain MC, aku juga punya usaha thrift baju cewek impor di Madiun,’’ ungkap Caca –sapaan akrabnya– Minggu (22/6).
Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengawali kariernya sebagai MC sejak 2014.
Bermula dari tugas internal saat masih menjadi supervisor di sebuah supermarket. ’’Ternyata nyaman, dan aku ingin lanjut di jalur ini,’’ ujarnya.
Caca belajar secara otodidak. Berbekal referensi dari YouTube dan media sosial, ia kemudian menjajal dunia presenter.
Pernah menjadi anchor di Surabaya TV dan Sakti TV selama 2017 hingga 2023, sebelum akhirnya fokus meniti jalan sebagai MC profesional.
Kini, pengalaman membawakan acara lintas kota dan lintas jenis membuatnya semakin matang. Mulai menyesuaikan gaya bicara, etika panggung, hingga penampilan.
’’Setiap panggung adalah tempat belajar. Dunia butuh keberanianmu,’’ pesannya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto