Jawa Pos Radar Madiun – Siapa sangka dorongan iseng orang tua untuk menyanyi di hajatan desa mengantarkan Anggritna Okta Nezenvia menekuni dunia hiburan.
Gadis asal Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, itu kini mantap berkarier sebagai penyanyi panggung.
Kariernya dimulai sejak kelas VIII SMPN 6 Sudimoro. Nana –sapaan akrabnya– kerap diminta menyumbang lagu saat hajatan warga.
‘’Pas SD sudah ikut karawitan. Belajar nyanyi otodidak lewat YouTube,’’ ungkap perempuan 20 tahun tersebut, Sabtu (19/7).
Tanpa guru vokal dan pelatih, Nana mengasah kemampuan secara mandiri.
Lagu yang ia bawakan pun beragam, dari langgam, campursari, Adella, hingga dangdut klasik ala Rhoma Irama.
‘’Lebih suka lagu-lagu lawas yang kalem,’’ ucapnya.
Usai lulus dari SMKN 2 Pacitan jurusan keperawatan, Nana sempat ingin menjadi perawat.
Ia bahkan melanjutkan kuliah perhotelan di NCL Madiun.
Namun, panggilan jiwanya tetap pada musik.
‘’Ternyata aku lebih cocok nyanyi,’’ katanya sembari tertawa.
Lewat dunia panggung, Nana tak hanya menemukan jalan hidup, tetapi juga jodoh.
‘’Berawal dari nge-job dan disawer, sekarang jadi calon suami,’’ ujarnya.
Di balik gemerlap panggung, Nana juga menghadapi risiko.
Ia mengaku pernah kesetrum saat tampil karena tangan berkeringat.
Namun, semua itu tak menyurutkan semangatnya.
Ia menjaga stamina dan suara dengan menghindari gorengan dan minuman dingin.
Selain itu, ia rutin ke gym tiga hari sekali. Bagi Nana, percaya diri adalah kunci.
‘’Harus percaya diri itu nomor satu. Terus belajar dan lakukan sesuka hatimu,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto