Jawa Pos Radar Ponorogo – Usia muda tak menghalangi Lexa Ayu Wulandhari mengharumkan nama Ponorogo.
Siswi SMAN 1 Pulung itu terpilih menjadi Duta Budaya Jawa Timur 2025, menyisihkan peserta dari seluruh daerah, mayoritas mahasiswa.
Lexa tampil memukau saat membawakan tari jatil di ajang Duta Budaya Jawa Timur di Untag Surabaya, Juni lalu.
“Saya lahir dari keluarga seniman. Sering menari jatil dari panggung desa sampai lomba tingkat nasional, jadi lebih pede,” ujar bungsu dua bersaudara pasangan Gondo Margono-Mariyatin itu.
Perjalanan Lexa menuju ajang bergengsi ini cukup panjang.
Ia lolos seleksi daring, wawancara di Surabaya, dan menjalani karantina lima hari di Kota Pahlawan.
Kendati percaya diri saat pentas, Lexa mengaku minder saat speech competition.
“Aku jarang berbicara di hadapan publik, apalagi peserta lain banyak yang mahasiswa,” ungkapnya.
Kerja kerasnya terbayar. Penampilan tari jatil membuat juri terkesan dan menobatkannya sebagai Duta Budaya Jatim 2025.
Dukungan keluarga dan pembimbingnya Ria Kusuma Wardani menjadi pelecut semangat.
Lexa ingin perannya sebagai duta budaya menjadi jembatan anak muda dengan kesenian tradisional.
“Saya ingin membuat konten edukasi budaya di TikTok dan membangun forum daring yang lebih interaktif,” pungkasnya. (ones-mg-pnm/gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto