Jawa Pos Radar Madiun — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Pimpinan Wilayah Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama DKI Jakarta (PW JQHNU DKI Jakarta) memberikan Anugerah Gelar Grand Syekh Fashohah Nusantara kepada KH. M. Yusuf Masyhar, pendiri Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang.
Acara diselenggarakan di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang, Sabtu, 1 November 2025. Turut hadir rombongan PW JQHNU DKI Jakarta sebanyak 20 pengurus sebagai delegasi kehormatan.
Almarhum KH. M. Yusuf Masyhar merupakan sosok pejuang Al-Qur’an, hampir seluruh masa hidupnya didedikasikan untuk khidmat dalam syiar Al-Qur’an.
Beliau yang juga merupakan cucu menantu Hadrotus Syeikh Hasyim Asy’ari, melalui Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, menghabiskan waktu dan tenaganya dalam membimbing para santri hingga hafal Al-Qur’an sekaligus Qira’ah Sab’ah.
Beliau dikenal sangat alim dalam ilmu qira’ah dan sangat berhati-hati dalam mengajarkan fashohah, yaitu ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana melafalkan Al-Qur’an secara fasih.
Hingga saat ini terdapat ribuan santri dan alumni yang hafal Al-Qur’an dan menyebar di hampir seluruh pelosok negeri, ungkap KH. Khairul Fahmi Dasuki selaku Ketua PW JQHNU DKI Jakarta dalam sambutannya.
KH. Ahmad Zarkasih Ishaq selaku Rois Majelis Ilmi, didampingi oleh KH. Husni Mubarok Amir selaku Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, KH. Khairul Fahmi Dasuki selaku Ketua PW JQHNU DKI Jakarta, beserta para pengurus PW JQHNU DKI lainnya, menyerahkan piagam penganugerahan kepada putra KH. M. Yusuf Masyhar sekaligus Ketua Yayasan Madrasatul Qur’an, Ir. KH. Abdul Ghofar, yang didampingi Pengasuh PP Madrasatul Qur’an, KH. Abdul Hadi, S.H., dan para dewan mudir PP Madrasatul Qur’an.
“Saya kagum dengan PW JQHNU DKI Jakarta yang membuat terobosan bagus, di antaranya dalam kepengurusan banyak diisi oleh para Ahlul Qur’an yang masih muda-muda, sehingga bisa melaksanakan kegiatan yang luar biasa sekaligus memiliki ide-ide kreatif sebagai wadah para penghafal Al-Qur’an,” cetus beliau di depan 2.700 santri putra PP Madrasatul Qur’an.
“Kami mengharapkan kepada anak-anak santri, sepulang nanti dari pesantren agar bergabung dengan JQHNU, karena di sinilah tempat para qori’ dan huffazh berkumpul, sehingga Al-Qur’an yang telah kalian hafal selama di pesantren tetap terus istiqamah terjaga,” pungkas KH. Abdul Hadi dalam sambutannya. (fin)
Editor : AA Arsyadani