Jawa Pos Radar Madiun — Kabar baik bagi masyarakat Indonesia! Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi menggandeng Habib Ja’far Al-Hadar melalui lembaga Rumah Cahaya untuk menghadirkan layanan kesehatan mental gratis bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan mental sekaligus melawan stigma negatif terhadap isu kejiwaan di tanah air.
Habib Ja’far: Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Kesehatan Fisik
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/11), Habib Ja’far menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah mental.
“Kita ingin mendorong akselerasi layanan gratis untuk kesehatan mental. Tujuannya bukan hanya memberikan bantuan, tapi juga membangun awareness tentang pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, stigma buruk masih menjadi hambatan utama bagi banyak orang untuk mencari pertolongan.
“Masih banyak yang menganggap kalau orang ke psikolog berarti dia gila. Ini pandangan yang salah dan harus kita ubah. Justru dengan datang ke profesional, kita sedang menjaga diri agar tetap waras,” tegas Habib Ja’far.
Baznas: Kesehatan Mental Adalah Bagian dari Ibadah dan Kesejahteraan
Ketua Baznas RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini.
Ia menilai bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan umat, terutama di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang semakin berat.
“Baznas memandang kesehatan mental sebagai bagian penting dari kesejahteraan umat. Banyak masyarakat yang secara ekonomi sudah tertolong, tapi secara batin masih terluka, cemas, bahkan kehilangan arah,” jelas Noor.
Baznas berharap program Rumah Cahaya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan mental dan spiritual.
“Kami ingin menghadirkan penyembuhan yang menyeluruh. Tidak hanya secara ekonomi, tapi juga secara batin,” tambahnya.
Zakat Jadi Jalan Pemulihan Jiwa
Noor Achmad menegaskan, zakat bukan hanya sarana ekonomi, melainkan juga jalan menuju ketenangan spiritual dan keseimbangan jiwa.
Melalui kolaborasi Baznas dan Habib Ja’far, zakat diharapkan menjadi sumber pemulihan jiwa, tempat masyarakat menemukan bimbingan, pendampingan, dan ketenangan hati.
“Kami ingin membuktikan bahwa zakat tidak hanya membantu tubuh yang lapar, tetapi juga jiwa yang terluka,” tutup Noor. (fin)
Editor : AA Arsyadani