Jawa Pos Radar Madiun - Ketika berbicara tentang musik heavy metal, satu nama yang tak bisa dilewatkan adalah Black Sabbath.
Band asal Birmingham, Inggris ini bukan hanya legenda dalam dunia musik keras, tetapi juga dianggap sebagai pencetus genre heavy metal itu sendiri.
Dengan lirik yang gelap, riff gitar yang berat, dan atmosfer musik yang mencekam, Black Sabbath meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah musik modern.
Awal Mula dan Pembentukan
Black Sabbath terbentuk pada tahun 1968, awalnya dengan nama Earth, oleh empat pemuda berbakat:
-
Ozzy Osbourne (vokal)
-
Tony Iommi (gitar)
-
Geezer Butler (bass)
-
Bill Ward (drum)
Mereka berasal dari lingkungan kelas pekerja di Birmingham, kota industri yang keras di Inggris.
Kondisi sosial yang suram dan realitas hidup yang berat menjadi inspirasi gaya musik mereka yang gelap dan penuh nuansa keputusasaan.
Ketika menyadari bahwa nama Earth sudah digunakan oleh band lain, mereka menggantinya menjadi Black Sabbath, diambil dari judul film horor tahun 1963 yang dibintangi Boris Karloff.
Nama itu kemudian menjadi identitas musik mereka yang kelam, misterius, dan penuh atmosfer mistik.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Berlaku untuk 23 Juta Peserta
Album Debut dan Dampaknya
Pada 13 Februari 1970, Black Sabbath merilis album debut bertajuk Black Sabbath.
Album ini, yang dirilis bertepatan dengan hari Jumat tanggal 13, memadukan efek suara hujan, lonceng gereja, serta riff gitar khas Tony Iommi.
Hasilnya adalah suasana musik yang benar-benar baru dan belum pernah terdengar sebelumnya.
Meskipun awalnya dikritik oleh media musik, publik justru menyambut album ini dengan antusias.
Beberapa bulan kemudian, mereka merilis album legendaris Paranoid (1970) yang memperkuat posisi mereka sebagai pionir heavy metal.
Lagu-lagu seperti “Iron Man”, “War Pigs”, dan “Paranoid” menjadi anthem abadi bagi para penggemar musik keras di seluruh dunia.
Era Klasik dan Perubahan Formasi
Dekade 1970-an menjadi era keemasan Black Sabbath. Album seperti Master of Reality (1971), Vol. 4 (1972), dan Sabbath Bloody Sabbath (1973) memperluas pengaruh mereka di dunia musik rock.
Tema-tema lirik mereka membahas isu tabu seperti perang, kematian, narkoba, hingga okultisme menjadikan mereka unik dan kontroversial sekaligus.
Namun, di balik kesuksesan, konflik internal dan penyalahgunaan narkoba mulai mengguncang stabilitas band.
Pada tahun 1979, Ozzy Osbourne dikeluarkan dari band dan digantikan oleh Ronnie James Dio (eks Rainbow). Bersama Dio, Black Sabbath merilis Heaven and Hell (1980), album sukses yang membuka babak baru dalam perjalanan mereka.
Pasang Surut Karier
Selama dekade 1980-an hingga 1990-an, Black Sabbath mengalami banyak pergantian personel dan perubahan arah musik.
Tony Iommi menjadi satu-satunya anggota asli yang tetap aktif. Meski mengalami pasang surut, band ini tetap merilis album dan mempertahankan basis penggemar setia di seluruh dunia.
Menjelang akhir 1990-an, formasi klasik Black Sabbath kembali reuni untuk beberapa tur dunia dan konser live, membangkitkan nostalgia sekaligus memperkuat status mereka sebagai legenda hidup musik metal.
Reuni dan Album Terakhir
Pada tahun 2013, tiga anggota asli: Ozzy Osbourne, Tony Iommi, dan Geezer Butler kembali bersatu dan merilis album 13.
Album ini disambut hangat oleh penggemar dan kritikus, serta dianggap sebagai penutup yang sempurna bagi perjalanan panjang mereka.
Setelah tur dunia bertajuk “The End”, Black Sabbath secara resmi mengakhiri kariernya pada 4 Februari 2017 dengan konser perpisahan di kampung halaman mereka, Birmingham, tempat semuanya dimulai hampir lima dekade sebelumnya.
Warisan dan Pengaruh
Black Sabbath tidak hanya menciptakan musik; mereka menciptakan sebuah genre.
Pengaruh mereka membuka jalan bagi band-band besar seperti Metallica, Iron Maiden, Slayer, dan ratusan band metal lain di seluruh dunia.
Tony Iommi dijuluki sebagai “Bapak Riff Metal”, sementara suara khas Ozzy Osbourne menjadi ikon dalam budaya pop dan rock.
Lebih dari lima dekade sejak kemunculannya, pengaruh Black Sabbath masih terasa kuat dalam dunia musik keras.
Mereka bukan sekadar band tetapi fondasi dari musik heavy metal itu sendiri. (fin)
Editor : AA Arsyadani