Jawa Pos Radar Madiun - Kelelawar Malam adalah grup musik horror punk atau horror metal punk asal Jakarta.
Band ini menonjol dengan tema horor lokal, lirik provokatif, dan musik yang menggabungkan energi punk cepat dengan nuansa metal dan rock keras.
Band ini mulai aktif sekitar 2007–2008, dan formasi untuk album penuh mereka “Jalan Gelap” (2017) terdiri dari:
-
Sayiba Von Mencekam
-
Deta Beringas (gitar)
-
Fahri Al Maut (gitar)
-
Uri “Pembantai dari Mongol” (bass)
-
Hafidh Buto (drum)
Gaya Musik dan Identitas
Kelelawar Malam mengusung gaya yang mereka sebut “horror metal punk”, memadukan karakteristik punk, kecepatan, riff sederhana, semangat DIY, dengan elemen metal seperti solo gitar kompleks dan ketukan lebih berat.
Lirik mereka tidak hanya membahas hantu dan makhluk gaib, tetapi juga menyoroti hubungan manusia dengan alam, sesama manusia, dan isu sosial yang digambarkan secara metaforis sebagai “horor”.
Rilisan dan Visual
Album penuh kedua mereka, “Jalan Gelap”, dirilis pada Maret 2017 melalui Lawless Jakarta Records.
Sebelumnya, mereka merilis EP atau vinyl mini, seperti “Horror Metal Punk / Suara Kegelapan” 7″ pada 2016.
Dalam aksi panggung dan artwork album, Kelelawar Malam menampilkan unsur horor lokal seperti pocong, kuntilanak, asap kemenyan, dan ilustrasi hantu nusantara.
Hal tersebut menegaskan identitas mereka sebagai band yang menggabungkan musik keras dengan budaya horor lokal.
Signifikansi dalam Musik Indonesia
Horror punk masih menjadi ceruk kecil di ranah musik Indonesia, dan Kelelawar Malam berhasil mengisinya dengan karakter kuat.
Mereka membuktikan bahwa musik punk atau metal lokal dapat mengintegrasikan narasi, budaya, dan atmosfer yang khas, menciptakan identitas yang unik di skena indie.
Bagi penggemar musik punk atau metal yang ingin mengeksplorasi tema horor dan atmosfer gelap dalam konteks lokal, Kelelawar Malam adalah pilihan tepat.
Mulai dengan album “Jalan Gelap” atau single seperti “Ordo Vampir” untuk merasakan energi dan suasana mereka. (fin)
Editor : AA Arsyadani