Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gangga, Bocah 4 Tahun Asal Madiun Gelar Pameran Lukisan dengan 100 Karya

Hengky Ristanto • Minggu, 9 November 2025 | 23:30 WIB
Parashayu Gangga Wisangko, bocah empat tahun asal Madiun, menunjukkan karya-karyanya dalam pameran perdana yang menampilkan lebih dari 100 lukisan abstrak. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Parashayu Gangga Wisangko, bocah empat tahun asal Madiun, menunjukkan karya-karyanya dalam pameran perdana yang menampilkan lebih dari 100 lukisan abstrak. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Usianya baru empat tahun, namun Parashayu Gangga Wisangko sudah memiliki ratusan karya lukisan.

Bahkan, bocah cilik itu baru saja menggelar pameran tunggal perdananya dengan lebih dari 100 karya yang ia hasilkan sejak usia 1,5 tahun.

Sang ibu, Anis Marhayu, mengungkapkan bakat seni Gangga sudah tampak sejak balita.

“Sejak umur 1,5 tahun dia sudah suka coret-coret. Kebetulan saya juga di bidang seni, jadi dia sering ikut saya ke studio,” tuturnya, Minggu (9/11).

Menurut Anis, Gangga mulai tertarik melukis setelah sering melihat dirinya bekerja di studio. Dari situlah muncul rasa ingin tahu dan keinginan mencoba.

“Awalnya dia sering tanya, ini apa, itu apa. Akhirnya saya biarkan saja dia ikut pegang kuas dan menggambar di kanvas,” ujarnya.

Kini, melukis sudah menjadi rutinitas bagi bocah kelahiran 9 November 2021 itu. Bahkan, setiap pagi Gangga selalu meminta waktu untuk menggambar.

“Bangun tidur, dia langsung bilang, ‘Mama aku mau gambar?’,” kata Anis.

Untuk mengembangkan bakatnya, Anis kemudian mendaftarkan Gangga ke sebuah sanggar lukis di Kota Madiun. Setelah ikut kelas, semangatnya makin tinggi.

“Sejak ikut sanggar, dia lebih semangat. Karena itu, saya ingin mengapresiasi dengan cara menggelar pameran ini,” jelasnya.

Pameran tersebut menampilkan lebih dari 100 karya Gangga, termasuk lukisan berukuran besar 160 x 300 sentimeter yang dikerjakan selama sebulan.

Gaya lukisan Gangga didominasi aliran abstrak, dengan karakter khas berupa monster-monster imajinatif dan coretan ekspresif khas anak-anak.

“Dia lebih suka berekspresi bebas, kalau mewarnai tergantung mood. Kadang satu hari bisa dua sampai tiga lukisan selesai,” papar Anis.

Menariknya, dalam pameran itu juga digelar lomba melukis untuk anak-anak dari berbagai sanggar dan sekolah di Madiun.

“Tujuannya agar semakin banyak anak tertarik berkarya di bidang seni,” ucapnya.

Anis berharap karya putrinya bisa menginspirasi anak-anak lain untuk berani berekspresi sejak dini.

“Setahu saya, di Madiun belum pernah ada anak di bawah lima tahun yang menggelar pameran sebesar ini. Semoga ini jadi awal tumbuhnya generasi seni baru dari Madiun,” harapnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Parashayu Gangga Wisangko #madiun kreatif #Seni abstrak #madiun #pelukis cilik #pameran lukisan #Seni Madiun #Anis Marhayu #Anak Berbakat