Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dedikasi Luar Biasa! Demi Layani Akad Nikah di Pulau Gersik, ASN KUA Selat Nasik Mengarungi Lautan Bergelombang selama 3,5 Jam

AA Arsyadani • Jumat, 28 November 2025 | 21:06 WIB

 

 

ASN KUA Selat Nasik berlayar ke Pulau Gresik
ASN KUA Selat Nasik berlayar ke Pulau Gresik

Jawa Pos Radar Madiun - Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selat Nasik menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani masyarakat terpencil.

Untuk memberikan safari dakwah sekaligus pelayanan akad nikah di Pulau Gersik.

Sebuah wilayah terluar di Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung.

Mereka harus menempuh perjalanan laut hingga 3,5 jam.

Kepala KUA Selat Nasik, Lutfi Alawi, mengisahkan perjalanan penuh tantangan itu. Rombongan berangkat menggunakan perahu kayu pada pukul 13.00 WIB.

Meski cuaca cerah, kondisi laut tidak bersahabat.

“Ombak cukup besar, bahkan kapal sempat mogok tiga kali sekitar satu jam. Kami juga harus melewati Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang ramai dilintasi kapal besar. Risiko cukup tinggi, tetapi bisa kami lalui dengan selamat,” ujarnya.

Setibanya di perairan Pulau Gersik tiga jam kemudian, rombongan masih harus berganti perahu kecil karena pulau tersebut belum memiliki pelabuhan.

Mereka akhirnya menginjakkan kaki di lokasi pada pukul 16.30 WIB.

“Kalau tanpa kendala, jarak tempuh biasanya hanya dua jam. Tapi kami tetap semangat karena masyarakat sangat menantikan kehadiran kami,” lanjut Lutfi.

Safari dakwah ini merupakan kegiatan perdana yang akan dijadikan agenda rutin.

KUA Selat Nasik juga telah bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menjadwalkan kegiatan dakwah berkala.

Sementara pelayanan akad nikah, kata Lutfi, selama ini tetap berjalan sesuai permintaan warga, rata-rata tiga sampai empat kali dalam setahun.

Lutfi menegaskan bahwa misi mereka bukan sekadar pencatatan nikah.

“Safari dakwah ini tidak hanya soal pencatatan nikah, tapi juga pembinaan keluarga sakinah. Kami ingin masyarakat di pulau terpencil mendapat hak yang sama dalam bimbingan agama dan layanan resmi negara,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali tausiyah selepas Magrib dan Subuh, dilanjutkan pembinaan keluarga sakinah yang menekankan pentingnya membangun rumah tangga harmonis sesuai nilai agama.

Puncaknya adalah pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam dan prosedur resmi negara.

Masyarakat Pulau Gersik menyambut rombongan dengan penuh antusias.

Bagi mereka, kehadiran tim KUA adalah bentuk perhatian nyata pemerintah.

Lutfi mengisahkan, banyak warga merasa sangat terbantu karena tidak perlu menyeberang jauh ke Selat Nasik untuk mengurus pencatatan nikah dan pembinaan keagamaan.

KUA Selat Nasik membawahi empat desa: Petaling, Selat Nasik, Suak Gual (yang berada dalam satu pulau), dan Pulau Gersik yang paling jauh dan terpisah.

Kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu kerap menjadi tantangan.

“Pulau ini tidak memiliki pelabuhan, kondisi geografis dan cuaca sering jadi kendala. Tapi bagi kami, jarak bukan penghalang untuk melayani umat,” tegas Lutfi.

Ia berharap safari dakwah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencatatan nikah dan pembinaan keluarga.

“Kami ingin memastikan setiap pasangan di pelosok bisa membangun keluarga yang sah, tercatat, dan sakinah, mawaddah, warahmah,” pungkasnya. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#safari dakwah #Pulau Gersik #KUA Selat Nasik #Selat Nasik #belitung #pencatatan nikah