Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kisah Inspiratif Supron Ridisno: Difabel Netra yang Berhasil Meraih Disertasi Terbaik di UIN Raden Intan Lampung

AA Arsyadani • Jumat, 28 November 2025 | 21:25 WIB

 

 

 

Kisah inspiratif Supron Ridisno, difabel netra yang meraih disertasi terbaik UIN Raden Intan Lampung
Kisah inspiratif Supron Ridisno, difabel netra yang meraih disertasi terbaik UIN Raden Intan Lampung

Jawa Pos Radar Madiun - Ketekunan dan semangat belajar tanpa batas kembali dibuktikan oleh Supron Ridisno.

Dia seorang difabel dengan keterbatasan penglihatan yang berhasil meraih disertasi terbaik pada Wisuda Periode III Tahun 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Supron merupakan lulusan Program Doktor Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Pascasarjana UIN RIL.

Dalam riset doktoralnya yang berjudul “Kebijakan Pemerintah Daerah Guna Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Provinsi Lampung”, ia menyoroti bagaimana implementasi kebijakan daerah terhadap penyandang disabilitas, baik dalam pendidikan inklusif maupun sektor ketenagakerjaan.

Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, ia menemukan bahwa meskipun regulasi sudah tersedia, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan.

Seperti minimnya tenaga pendidik profesional, keterbatasan media pembelajaran, hingga sedikitnya pelatihan kerja bagi para difabel.

“Menuntut ilmu itu tidak ada batasnya. Saya ingin mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, salah satunya melalui pendidikan S3,” ujar Supron saat diwawancarai Tim Humas UIN RIL.

Ia bercerita bahwa awalnya tidak ada rencana untuk menempuh pendidikan doktoral.

Namun perjalanan hidup justru menuntunnya hingga jenjang akademik tertinggi ini.

Baginya, studi doktoral menjadi jalan untuk ikut mendorong pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas.

“Kita punya Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Tapi yang penting bukan hanya regulasinya, melainkan bagaimana pelaksanaannya di lapangan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Supron yang sehari-hari mengajar Pendidikan Agama Islam di SLB Fitrah Insani Bandar Lampung juga mengungkapkan rasa syukurnya karena selama menjalani studi mendapat dukungan penuh dari dosen, rekan mahasiswa, hingga staf kampus.

“Saya berterima kasih karena mereka sangat terbuka dan mendukung, meskipun saya memiliki keterbatasan penglihatan,” tuturnya.

Untuk menunjang proses akademiknya, Supron mengandalkan teknologi seperti program pembaca layar dan buku digital, yang membantunya mengakses berbagai jurnal nasional maupun internasional.

Alhamdulillah, dengan dukungan teknologi itu saya bisa menyelesaikan semua tugas dan akhirnya disertasi ini,” tambahnya.

Supron juga memberikan pesan bagi para penyandang disabilitas agar tidak ragu melanjutkan pendidikan.

“Tidak ada batasan untuk menuntut ilmu. Dunia pendidikan sekarang sudah sangat terbuka. Yang penting kita punya semangat dan kemauan. Keluarga juga harus memberi kesempatan, karena tantangan terbesar sering datang dari lingkungan sekitar,” katanya.

Didampingi istrinya, Lia Rozana, Supron menekankan pentingnya dukungan keluarga serta aksesibilitas yang memadai bagi mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi.

Ia berharap UIN RIL terus memperkuat layanan bagi difabel melalui unit layanan khusus.

Pada kesempatan yang sama, UIN RIL mewisuda 1.587 lulusan dari jenjang sarjana hingga doktoral.

Kisah Supron menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Dengan tekad, teknologi, dan lingkungan yang suportif, pendidikan tinggi tetap terbuka bagi siapa pun. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#wisudawan terbaik #kisah inspiratif #UIN Raden Intan Lampung #difabel netra #disertasi terbaik