Jawa Pos Radar Madiun - Gitar akustik ikonik milik Kurt Cobain yang digunakan dalam penampilan legendaris MTV Unplugged akhirnya resmi berpindah kepemilikan.
Instrumen bersejarah tersebut kini tercatat sebagai gitar termahal yang pernah terjual sepanjang sejarah musik dunia.
Mengutip laporan News Artnet, Sabtu (13/12), gitar tersebut terjual dengan nilai fantastis mencapai USD 6 juta atau setara Rp 99,8 miliar.
Angka ini memecahkan rekor dan menempatkan gitar milik mendiang vokalis Nirvana itu sebagai artefak musik dengan nilai tertinggi yang pernah dilelang.
Gitar yang dimaksud adalah Martin D-18E keluaran 1959, model elektro-akustik langka yang telah dimodifikasi khusus untuk Kurt Cobain yang kidal atau bertangan kiri.
Keistimewaan gitar ini tak hanya terletak pada kelangkaannya.
Akan tetapi pada momen bersejarah saat dimainkan Cobain dalam MTV Unplugged in New York pada November 1993.
Penampilan tersebut dikenang sebagai salah satu momen paling emosional dalam sejarah musik rock.
MTV Unplugged menjadi penampilan televisi musik terakhir Kurt Cobain sebelum wafat pada April 1994.
Menurut keterangan keluarga, gitar Martin D-18E itu merupakan gitar terakhir yang digunakan Cobain sebelum meninggal dunia.
Setelah kepergiannya, gitar tersebut nyaris tak pernah muncul di hadapan publik selama lebih dari dua dekade.
Instrumen bersejarah itu kemudian diwariskan kepada putri semata wayangnya, Frances Bean Cobain, dan disimpan rapat di dalam brankas pribadi.
Pada 2018, gitar tersebut berpindah tangan kepada Isaiah Silva, mantan suami Frances Bean Cobain, sebagai bagian dari penyelesaian perceraian.
Dua tahun berselang, gitar itu dilelang melalui Julien’s Auctions dan dibeli oleh Peter Freedman, pendiri perusahaan teknologi audio asal Australia, Røde.
Sejak berada di tangan Freedman, gitar ikonik tersebut tidak sekadar menjadi koleksi pribadi.
Instrumen itu dipamerkan di berbagai institusi budaya ternama dunia, salah satunya Royal College of Music di London.
Bahkan, gitar tersebut menjadi pusat pameran bertajuk Kurt Cobain Unplugged yang menyedot perhatian ribuan pengunjung internasional.
Peter Freedman kemudian mengambil keputusan besar dengan mendonorkan gitar tersebut secara permanen kepada Royal College of Music.
Ia menilai gitar Kurt Cobain memiliki nilai sejarah dan edukatif yang sangat besar bagi generasi musisi muda.
Donasi tersebut memperkaya koleksi Royal College of Music yang telah memiliki lebih dari 1.000 instrumen bersejarah dari berbagai era.
Pihak institusi menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam upaya pelestarian sejarah musik rock dunia.
Ke depan, gitar Kurt Cobain dijadwalkan menjadi bagian dari pameran keliling internasional yang akan dimulai pada 2026.
Melalui pameran tersebut, warisan musik dan pengaruh Kurt Cobain diharapkan terus hidup dan dapat dipelajari oleh publik lintas generasi. (fin)
Editor : AA Arsyadani