Jawa Pos Radar Madiun - Dalam dunia musik, bahasa tak selalu harus dimaknai secara literal.
Banyak musisi justru menjadikannya alat ekspresi artistik, instrumen bunyi, atau medium eksperimen kreatif.
Hasilnya, lahir lagu-lagu dengan bahasa yang terdengar aneh, tak dikenal, atau bahkan tak bermakna sama sekali, tetapi tetap populer dan berpengaruh secara global. Berikut beberapa contoh paling menarik:
1. “Prisencolinensinainciusol” – Adriano Celentano (1972)
Meskipun terdengar seperti bahasa Inggris, lirik lagu ini sama sekali tak memiliki arti. Celentano menciptakan lagu ini untuk mengkritik ketidakmampuan komunikasi efektif meski menggunakan bahasa yang sama. Lagu ini membuktikan bahwa ritme dan emosi bisa lebih kuat daripada makna kata.
2. “Bla Bla Bla” – Gigi D’Agostino
Dalam musik elektronik, frasa nonsens “bla bla bla” melambangkan kebisingan komunikasi modern. Kesederhanaannya justru membuat lagu ini mudah diingat dan populer di lantai dansa Eropa.
3. “Around the World” – Daft Punk
Hampir seluruh lagu hanya mengulang kalimat “Around the world”. Bahasa di sini diperlakukan layaknya instrumen musik, menekankan ritme dan harmoni, bukan pesan literal.
4. “Rockit” – Herbie Hancock
Menggabungkan suara robotik dan vokoder, lagu ini terdengar seperti bahasa mesin. Fungsi bahasa lebih sebagai tekstur suara futuristik daripada komunikasi konvensional.
5. “O Superman” – Laurie Anderson
Lagu eksperimental ini memanfaatkan pengulangan vokal dan efek elektronik yang datar dan mekanis, menekankan kritik sosial dan atmosfer, bukan lirik konvensional.
6. “Bohemian Rhapsody” – Queen
Selain bahasa Inggris, Freddie Mercury menyisipkan kata-kata seperti “Scaramouche” dan “Bismillah”, menciptakan nuansa teatrikal dan misterius yang memperkuat karakter epik lagu.
7. Lagu Kobaïan – Magma
Band progresif asal Prancis ini menciptakan bahasa fiktif Kobaïan untuk seluruh katalog mereka, menceritakan kisah fiksi ilmiah dan menjadikan bahasa bagian dari dunia naratif musik.
8. Hopelandic (Vonlenska) – Sigur Rós
Bahasa ciptaan sendiri tanpa arti tetap ini digunakan untuk membebaskan pendengar menafsirkan emosi lagu secara personal.
9. “Witch Doctor” – David Seville
Frasa terkenal “Ooh eeh ooh ah ah, ting tang walla walla bing bang” menunjukkan bagaimana vokal nonsens dapat sukses secara komersial dan melekat di memori pendengar.
10. “Chacarron” – El Chombo
Lagu viral ini menggunakan bahasa imajiner yang hampir tak dapat dipahami. Meski terdengar lucu, ritme dan energi lagu tetap mampu memikat pendengar global.
11. “Mah Nà Mah Nà” – Piero Umiliani
Lagu ini menggunakan vokal nonsens yang catchy, terkenal lewat The Muppets. Ini membuktikan fonetik sederhana bisa menciptakan dampak global.
12. Teknik Scat dalam Jazz
Dalam jazz, penyanyi seperti Ella Fitzgerald menggunakan suku kata acak seperti “ba-doo-bee-bop”, mengubah suara manusia menjadi instrumen musik sendiri.
Mengapa Musisi Menggunakan Bahasa Aneh?
-
Mengeksplorasi bunyi tanpa batas makna
-
Menghindari keterikatan budaya tertentu
-
Menekankan emosi daripada pesan literal
-
Eksperimen artistik untuk identitas unik
Dampak Universal bagi Pendengar
Lagu-lagu ini justru terasa lebih universal, memungkinkan pendengar dari berbagai latar menikmati musik tanpa hambatan bahasa.
Musik membuktikan, terkadang yang lebih penting bukan kata-kata yang diucapkan, tetapi perasaan yang tersampaikan. (fin)
Editor : AA Arsyadani