Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menutup Akhir 2025 dengan Mendengarkan Gelap Kan Sirna, Lagu Chrisye yang Menguatkan Harapan Menyongsong 2026

AA Arsyadani • Rabu, 31 Desember 2025 | 16:26 WIB
Di penghujung 2025, saat lelah dan ragu menumpuk, lagu Gelap Kan Sirna hadir sebagai doa sunyi yang menenangkan.
Di penghujung 2025, saat lelah dan ragu menumpuk, lagu Gelap Kan Sirna hadir sebagai doa sunyi yang menenangkan.

Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang akhir tahun 2025, banyak orang kembali menengok perjalanan hidup setahun ke belakang.

Tentang kegagalan, kehilangan, harapan yang tertunda, hingga mimpi yang belum sepenuhnya tercapai.

Di tengah suasana reflektif itu, salah satu lagu legendaris Chrisye kembali terasa relevan dan kerap diputar ulang: Gelap Kan Sirna.

Lagu yang dirilis pada 1997 ini bukan sekadar karya pop era 90-an, melainkan refleksi batin tentang manusia yang berusaha bangkit dari kegelapan menuju cahaya.

Frasa sederhana “gelap kan sirna” seolah menjadi doa sunyi bagi siapa pun yang ingin menutup 2025 dengan keikhlasan dan menatap 2026 dengan harapan baru.

Lagu Sederhana dengan Makna Universal

Kekuatan utama Gelap ’Kan Sirna terletak pada temanya yang universal. Liriknya tidak bicara tentang satu peristiwa spesifik, tetapi tentang pengalaman manusiawi: luka, kesepian, dan keyakinan bahwa badai akan berlalu.

Inilah yang membuat lagu ini lintas generasi yang relevan didengarkan oleh siapa pun, kapan pun.

Chrisye membawakan lagu ini dengan gaya khasnya: tenang, jujur, dan penuh perenungan. Tidak ada letupan emosi berlebihan, justru keteduhan vokalnya membuat pendengar merasa ditemani. Lagu ini tidak menggurui, tetapi mengajak berdialog dengan diri sendiri, sebuah kualitas yang jarang dimiliki lagu pop.

Aransemen Dewasa, Tak Lekang oleh Waktu

Dari sisi musikal, aransemen Gelap Kan Sirna tergolong matang. Musiknya memberi ruang bagi lirik dan vokal untuk “bernapas”, sehingga emosi lagu tersampaikan tanpa harus dipaksakan. Inilah alasan mengapa, meski hampir tiga dekade berlalu, lagu ini tidak terasa usang.

Album Untukku, tempat lagu ini bernaung, menandai fase kedewasaan Chrisye yang lebih reflektif, lebih personal, dan lebih jujur.

Dalam konteks itu, Gelap Kan Sirna hadir sebagai penanda perjalanan batin, bukan sekadar lagu hiburan.

Relevansi di Penghujung 2025

Menutup tahun 2025, banyak orang berada pada titik lelah secara mental, emosional, maupun sosial. Lagu ini kembali menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai pengingat bahwa kegagalan bukan akhir cerita, dan kegelapan bukan kondisi permanen.

Bagi banyak pendengar, Gelap ’Kan Sirna kini menjadi semacam soundtrack refleksi akhir tahun: diputar saat malam, hujan, atau saat menyusun harapan untuk 2026. Lagu ini tidak menawarkan solusi instan, tetapi memberi keyakinan bahwa harapan selalu punya tempat.

Warisan Chrisye yang Tetap Hidup

Chrisye telah berpulang, tetapi karya-karyanya terus hidup dan menemukan makna baru di setiap zaman. Gelap ’Kan Sirna adalah bukti bahwa musik yang jujur dan manusiawi akan selalu relevanbahkan ketika tahun berganti dan dunia berubah.

Menjelang 2026, lagu ini seakan berbisik pelan: apa pun yang gelap hari ini, suatu saat akan sirna. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#tahun baru 2026 #Lagu Indonesia #musik 90 an #chrisye #gelap kan sirna #Lagu Legendaris #akhir tahun 2025