Jawa Pos Radar Madiun - Pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2025 bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi.
Di balik proses sertifikasi ini, tersimpan kisah perjuangan para guru yang tetap mengikuti ujian di tengah keterbatasan jaringan, kondisi geografis ekstrem, hingga tantangan kesehatan pribadi.
Kementerian Agama menghadirkan sistem ujian daring yang lebih fleksibel agar seluruh peserta tetap mendapat akses setara, tanpa terhambat kendala teknis maupun fisik.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, saat meninjau pelaksanaan UP PPG Angkatan 4 di UIN Bandung menegaskan bahwa pelaksanaan ujian tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kompetensi, tetapi juga menjamin keadilan akses bagi seluruh guru.
“Sistem pelaksanaan ujian yang dilakukan secara daring memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk tetap mengikuti tahapan asesmen meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan atau dalam kondisi kesehatan tertentu,” ujar Dirjen di Bandung pada Minggu (22/2/2026).
Ujian dari Rumah Sakit hingga Ruang Bersalin
Di lapangan, pengawas menemukan berbagai situasi yang mengundang haru. Ada peserta yang mengikuti ujian dari rumah sakit sambil menjalani perawatan, dengan pengawasan tetap dilakukan secara daring agar proses asesmen sesuai ketentuan.
Salah satu pengawas UP PPG, Siti Halimah, mengungkapkan bahwa pada sesi yang dia awasi terdapat peserta dalam kondisi hamil besar dan telah mengalami kontraksi menjelang persalinan.
“Peserta tersebut tetap mengikuti ujian dengan penuh semangat meskipun harus menyesuaikan posisi duduk dan berdiri selama pelaksanaan karena kondisi fisik yang tidak lagi nyaman,” ungkap Halimah.
“Tentunya, kami selaku pengawas memberikan izin penyesuaian posisi agar peserta tetap dapat menyelesaikan ujian tanpa mengganggu kesehatan,” tambahnya.
Tak hanya itu, ada pula peserta yang harus membawa bayinya ke ruang ujian karena tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.
“Dalam situasi tertentu, bayi peserta tersebut harus berada di dalam ruangan ujian karena tidak memungkinkan untuk ditinggalkan,” katanya.
Pengawas kemudian mengarahkan agar peserta menunda pengerjaan bagian studi kasus hingga proses menyusui selesai, sehingga waktu ujian tetap dapat dimanfaatkan optimal.
Menyeberang Laut Demi Sinyal Internet
Kisah lain datang dari wilayah kepulauan. Seorang peserta harus menyeberangi perairan menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam demi mendapatkan sinyal internet. Setelah perjalanan tersebut, ia akhirnya bisa mengikuti ujian meskipun waktu pengerjaannya berbeda dari peserta lain.
Pendampingan oleh pengawas dilakukan untuk memastikan kendala teknis maupun kondisi pribadi peserta dapat diatasi tanpa mengurangi integritas pelaksanaan asesmen. Sistem pengawasan daring memungkinkan fleksibilitas sekaligus menjaga standar evaluasi tetap objektif.
Puluhan Ribu Guru Ikut Ujian
UP PPG Angkatan 4 Tahun 2025 diikuti oleh 98.036 guru binaan Kementerian Agama dari berbagai daerah di Indonesia. Pelaksanaan ujian didukung 2.454 pengawas dan difasilitasi oleh 56 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Pelaksanaan ini bukan hanya tentang kelulusan sertifikasi, melainkan cermin dedikasi para guru yang tetap berjuang meningkatkan profesionalisme, meski dihadapkan pada tantangan geografis, teknis, hingga kondisi kesehatan pribadi.
Di balik angka-angka peserta, tersimpan cerita keteguhan hati yang menjadi inspirasi dunia pendidikan Indonesia. (fin)
Editor : AA Arsyadani