Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Strategi Cukup Gizi untuk Ibu Menyusui saat Puasa Ramadan Agar ASI Tetap Lancar Berlimpah dan Berkualitas

Sukma Maharani Putri • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:15 WIB

Ilustrasi ibu dan anak
Ilustrasi ibu dan anak

Jawa Pos Radar Madiun - Pemberian ASI berperan besar dalam perkembangan biologis, psikologis, dan intelektual bayi.

Karena itu, banyak ibu menyusui tetap ingin berpuasa di bulan Ramadan tanpa mengorbankan kualitas dan kuantitas ASI.

Secara ilmiah, sejumlah penelitian menunjukkan puasa tidak berdampak signifikan terhadap komposisi makronutrien ASI seperti protein, lemak, dan karbohidrat.

Namun, kadar beberapa mikronutrien seperti seng, magnesium, dan kalium bisa berubah jika asupan ibu tidak optimal.

Artinya, kuncinya bukan pada puasanya, melainkan pada strategi gizi dan pola hidup yang diterapkan.

1. Jaga Hidrasi, Ini Kunci Utama

Dehidrasi dapat memengaruhi stamina dan kenyamanan ibu saat menyusui. Karena itu, menjaga cairan tubuh adalah prioritas.

Tips agar tidak kekurangan cairan:

Agar lebih optimal, konsumsi juga makanan tinggi air seperti:

Hidrasi yang cukup membantu tubuh tetap bertenaga dan mendukung produksi ASI.

2. Terapkan Pola Makan Gizi Seimbang

Meski waktu makan terbatas, kualitas asupan harus tetap maksimal.

Gunakan prinsip piring gizi seimbang:

Karbohidrat menjaga energi tetap stabil. Protein membantu produksi ASI dan perbaikan sel. Vitamin serta mineral memperkuat daya tahan tubuh.

3. Hindari Makanan Pemicu Haus dan Lemas

Beberapa jenis makanan dan minuman sebaiknya dibatasi saat sahur:

Jenis makanan tersebut bisa memicu rasa haus berlebihan dan gangguan pencernaan di siang hari.

4. Atur Pola Makan: Kecil Tapi Lebih Sering

Agar energi stabil, ibu menyusui dianjurkan makan dalam porsi kecil namun lebih sering selama waktu berbuka hingga sahur.

Contoh Pola Makan Ideal:

Berbuka (18.00)

Makan utama (setelah Maghrib)

Snack malam (sebelum tidur)

Sahur

Dengan pola ini, kebutuhan energi tetap tercukupi meski jendela makan lebih singkat.

5. Jangan Abaikan Waktu Istirahat

Produksi ASI juga dipengaruhi kondisi fisik dan stres. Pastikan tidur cukup dan kurangi aktivitas berat di siang hari agar tubuh tidak cepat lelah.

Puasa bagi ibu menyusui pada dasarnya hanya mengubah waktu makan, bukan mengurangi kebutuhan gizi. Selama cairan tercukupi, pola makan seimbang, dan porsi teratur, kualitas ASI tetap dapat terjaga.

Kuncinya sederhana namun krusial: hidrasi cukup, gizi seimbang, dan manajemen energi yang baik. Dengan strategi yang tepat, ibu menyusui tetap bisa menjalankan puasa Ramadan dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan diri dan bayi. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#ASI lancar #gizi seimbang #ibu menyusui #busui #puasa ramadan