Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang memilih kembali tidur setelah sahur karena masih mengantuk atau ingin menambah waktu istirahat sebelum memulai aktivitas.
Kebiasaan ini memang terasa nyaman, namun jika dilakukan terlalu sering ternyata dapat memicu beberapa masalah kesehatan.
Para ahli kesehatan menyarankan agar setelah sahur seseorang tidak langsung berbaring atau tidur.
Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan secara optimal sebelum benar-benar beristirahat kembali.
Jika tubuh langsung berada dalam posisi tidur setelah makan, proses pencernaan dapat terganggu dan berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman sepanjang hari puasa.
Mengapa Tidak Dianjurkan Langsung Tidur setelah Sahur?
Setelah makan, sistem pencernaan bekerja aktif untuk mengolah makanan menjadi energi. Pada kondisi ini tubuh idealnya berada dalam posisi tegak agar proses pencernaan berjalan lancar.
Ketika seseorang langsung berbaring, tekanan pada lambung bisa meningkat. Hal ini membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memicu sensasi panas di dada atau rasa pahit di mulut.
Selain itu, tubuh juga membutuhkan waktu agar nutrisi dari makanan dapat diserap dengan baik. Jika langsung tidur, energi dari makanan tidak dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, para ahli menyarankan memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah sahur sebelum kembali tidur.
Baca Juga: Puasa Tapi Tetap Aktif! 5 Olahraga Ringan Ini Bikin Tubuh Tetap Fit dan Energi Senantiasa Terjaga
Risiko Kesehatan Jika Langsung Tidur setelah Sahur
Kebiasaan ini dapat memicu beberapa gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.
Salah satu yang paling sering terjadi adalah naiknya asam lambung atau GERD. Posisi tidur membuat isi lambung lebih mudah bergerak naik ke kerongkongan sehingga memicu rasa panas di dada, mual, hingga tenggorokan terasa tidak nyaman.
Selain itu, tidur dengan perut penuh juga dapat membuat pencernaan melambat. Akibatnya perut terasa begah, kembung, dan tubuh terasa kurang nyaman sepanjang hari.
Pada sebagian orang, kebiasaan ini juga membuat kualitas tidur menurun. Tidur dalam kondisi perut penuh sering menyebabkan tidur tidak nyenyak dan tubuh tetap terasa lelah saat bangun.
Cara Aman Jika Ingin Tidur Lagi setelah Sahur
Jika ingin kembali tidur, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap aman bagi kesehatan.
Yang paling penting adalah memberi jeda waktu setelah makan sahur. Gunakan waktu tersebut untuk duduk santai, berjalan ringan, atau melakukan aktivitas sederhana.
Posisi tubuh yang tetap tegak membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dan mencegah asam lambung naik.
Jika akhirnya tidur kembali, gunakan bantal yang sedikit lebih tinggi agar posisi kepala tidak sejajar dengan lambung.
Selain itu, hindari makanan terlalu berlemak, pedas, atau terlalu berat saat sahur karena dapat memperberat kerja pencernaan.
Aktivitas Ringan yang Baik Dilakukan setelah Sahur
Daripada langsung tidur, ada beberapa aktivitas ringan yang justru bermanfaat bagi tubuh.
Melaksanakan salat Subuh, membaca Al-Qur’an, atau melakukan peregangan ringan bisa membantu tubuh tetap aktif tanpa menguras energi.
Berjalan santai selama beberapa menit juga dapat membantu proses pencernaan sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar saat memulai aktivitas di pagi hari.
Tidur setelah sahur memang tidak sepenuhnya dilarang, tetapi tidak dianjurkan dilakukan langsung setelah makan.
Memberi jeda waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dapat membantu mencegah gangguan lambung, menjaga energi tetap stabil, serta membuat tubuh lebih nyaman menjalani puasa sepanjang hari. (fin)
Editor : AA Arsyadani